Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 12 Mei 2026 19:59 WIB

Pemprov Jateng Bersiap Buka SPMB SMAN/ SMKN, Simak Tahapannya!


					Pemprov Jateng Bersiap Buka SPMB SMAN/ SMKN, Simak Tahapannya! Perbesar

 

FOTO: Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto. (Dok.Ist) 

 

PanselaNews.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan, bersiap melaksanakan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sunarto menyampaikan, pelaksanaan SPMB SMA Negeri dan SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027, diselenggarakan serentak secara online untuk semua jalur/seleksi.

”Kegiatan ini (SPMB SMAN/SMKN) tahun ini akan dibuka pada 3 Juni 2026,” kata Sunarto, ditemui di kantornya, di Semarang, Selasa (12/5/2026).

Dutambahkan, tahapan lengkapnya diawali dengan pembuatan akun mulai 3-12 Juni 2026, dilanjutkan verifikasi berkas dan aktivasi akun 4–13 Juni 2026. Pendaftaran/ pemilihan sekolah dan perubahan pilihan dilakukan 15–18 Juni 2026, pengumuman hasil seleksi 21 Juni 2026, dan awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027 pada 13 Juli 2026.

Dia membeberkan, SPMB SMA Negeri dilaksanakan melalui empat jenis jalur, yaitu jalur domisili dengan kuota minimal 33 persen, jalur afirmasi dengan kuota minimal 32 persen, jalur prestasi dengan kuota minimal 30 persen, dan jalur mutasi dengan kuota maksimal 5 persen.

BACA JUGA  Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Wonogiri Tanam Jagung Seluas 25 Hektar

Sedangkan SPMB SMK Negeri dilaksanakan melalui tiga jenis seleksi, yaitu seleksi prestasi dengan kuota minimal 75 persen, seleksi afirmasi dengan kuota minimal 15 persen, dan seleksi domisili terdekat dengan kuota maksimal 10 persen.

Jalur atau seleksi domisili khusus diberlakukan kepada wilayah kecamatan yang belum berdiri SMAN dan/atau SMKN, atau wilayah desa tempat kedudukan satuan pendidikan SMA Negeri yang berdiri di atas lahan tanah kas desa.

Sementara, kaitannya sistem informasi penyelenggaraan SPMB, jelasnya, Dinas Pendidikan Jawa Tengah mendapatkan dukungan dari Dinas Komunikasi, Informasi dan Digital (Komdigi) Provinsi Jawa Tengah bersinergi membuat aplikasi yang sederhana, mudah diakses, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat yaitu spmb.jatengprov.go.id.

“Kami juga menyediakan dari tingkat paling bawah, hingga satuan pendidikan ada posko SPMB di semua cabang dinas yang ada 12 kegiatan SPMB. Begitu juga, di kantor Dinas Pendidikan Jawa Tengah, kita sediakan posko termasuk call center,” jelasnya.

BACA JUGA  Ratusan Ribu Batang Rokok dan Minuman Beralkohol Kena Cukai Ilegal di Trenggalek Dimusnahkan

Tahun ini, beber Sunarto, perkiraan jumlah lulusan SMP/ sederajat mencapai 567.500 murid. Sementara total daya tampung SMA Negeri dan SMK Negeri adalah sejumlah 231.399 kursi atau 40,77 persen.

Dalam kesempatan itu, Sunarto juga menyinggung program SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) yang tahun ini juga membuka seleksi pendaftaran. Dalam pelaksanaannya, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jateng.

”Mereka (SMANKO) mempunyai sistem (SPMB) yang terpisah, yang diatur oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga. Kami dari Dinas Pendidikan men-support dari sisi kurikulum, ketersediaan tenaga guru dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Selain itu, untuk memberikan perluasan layanan pendidikan bagi murid dari keluarga kurang mampu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan satuan pendidikan swasta, melalui Program Sekolah Kemitraan secara gratis.

BACA JUGA  Apel Siaga Pengawasan Pilkada 2024, Kapolres Trenggalek Imbau Patuhi Ketentuan Masa Tenang

”Kita ada 139 sekolah tingkat SMA dan SMK, yang melaksanakan program tersebut. Ini program afirmasi yang diperuntukkan untuk calon murid, yang berasal dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1 sampai dengan Desil 4 pada DTSEN,” terang Sunarto.

Dia menjelaskan, pembiayaan pendidikan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan pihak sekolah dilarang memungut biaya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan sebesar Rp2 juta per siswa per tahun. Dengan total daya tampung sebanyak 5.004 kursi.

Dalam kesempatan itu, Sunarto juga menyinggung, untuk mencetak lulusan vokasi berdaya saing tinggi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini masih membuka pendaftaran tiga SMK boarding yang berlokasi di Semarang, Pati, dan Purbalingga, serta 15 SMK semi boarding di wilayah Jawa Tengah.

”Kita ada 18 sekolah baik SMK boarding dan semi boarding, dengan kuota 759 kursi,” imbuhnya. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini