Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Ponorogo · 25 Sep 2025 08:40 WIB

BMKG Rilis Prediksi Hujan di Jawa Timur, Intensitas Bisa Memicu Bencana Hidrometeorologi


					Foto: Ilustrasi Prakiraan Cuaca. (Ist.) Perbesar

Foto: Ilustrasi Prakiraan Cuaca. (Ist.)

BMKG merilis prediksi musim hujan Jatim 2025/2026, puncak Januari 2026 dengan potensi banjir dan tanah longsor.

Panselanews.com [PONOROGO] – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi musim hujan untuk Provinsi Jawa Timur periode 2025/2026. Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, musim hujan kali ini diperkirakan datang lebih awal dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar wilayah Jawa Timur diprediksi memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober 2025, mencakup 66,2% dari total 74 Zona Musim (ZOM) di provinsi tersebut.

BACA JUGA  Polres Ponorogo Tangkap 8 Pelaku Balon Udara Berpetasan

Rincian prediksi awal musim hujan di Jawa Timur adalah sebagai berikut:

  • September: 8 ZOM (10,9%)

  • Oktober: 49 ZOM (66,2%)

  • November: 14 ZOM (18,8%)

  • Desember: 1 ZOM (1,4%)

  • Musim Hujan Sepanjang Tahun: 2 ZOM (2,7%)

Puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari 2026, dengan 40 ZOM (54%) diprediksi mengalami curah hujan tinggi.

BACA JUGA  Mobil Hanyut di Banjir Setu Bekasi Dievakuasi

BMKG juga mengungkapkan bahwa sifat hujan pada musim hujan kali ini diperkirakan sebagian besar bersifat normal, yakni 73% dari total ZOM. Namun, terdapat 27% wilayah yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas di atas normal, berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Untuk mengantisipasi potensi bencana, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk:

  1. Menambah luas tanam dan menyesuaikan jadwal tanam pada masa tanam pertama (MT-1).

  2. Melakukan pengisian waduk, danau, dan embung tadah hujan sebagai cadangan air bersih menghadapi musim kemarau mendatang.

  3. Mengoptimalkan informasi iklim BMKG untuk perencanaan pembangunan dan mitigasi dampak perubahan iklim.

BACA JUGA  Minat Lari Tinggi, Ponorogo Tata Lintasan Stadion Batoro Katong untuk Atlet dan Warga

Selain itu, masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan dengan intensitas tinggi.(*)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Malam Ramadhan – Lebaran 2026 di Alun-Alun Prioritaskan Pedagang Lokal Ponorogo

8 Maret 2026 - 10:35 WIB

Polres Ponorogo Amankan Pasutri Baru Dua Hari Menikah, Tersangka Curanmor

1 Maret 2026 - 11:22 WIB

Megengan Fest Ponorogo, Hadirkan Beragam Hiburan dan Pentas Seni mulai 13-22 Februari 2026

19 Februari 2026 - 11:56 WIB

Ponorogo Jadi Tuan Rumah Kejurprov Jatim Pentathlon 2026

14 Februari 2026 - 23:33 WIB

Kiprah SMPN 2 Kauman Ponorogo Identik sebagai Sekolah Seni

10 Februari 2026 - 09:23 WIB

Judi Sabung Ayam di Ponorogo Seakan Tak Tersentuh Hukum, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas! 

3 Februari 2026 - 08:41 WIB

Trending di Berita Terkini