BMKG merilis prediksi musim hujan Jatim 2025/2026, puncak Januari 2026 dengan potensi banjir dan tanah longsor.
Panselanews.com [PONOROGO] – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prediksi musim hujan untuk Provinsi Jawa Timur periode 2025/2026. Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Anung Suprayitno, musim hujan kali ini diperkirakan datang lebih awal dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar wilayah Jawa Timur diprediksi memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober 2025, mencakup 66,2% dari total 74 Zona Musim (ZOM) di provinsi tersebut.
Rincian prediksi awal musim hujan di Jawa Timur adalah sebagai berikut:
-
September: 8 ZOM (10,9%)
-
Oktober: 49 ZOM (66,2%)
-
November: 14 ZOM (18,8%)
-
Desember: 1 ZOM (1,4%)
-
Musim Hujan Sepanjang Tahun: 2 ZOM (2,7%)
Puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari 2026, dengan 40 ZOM (54%) diprediksi mengalami curah hujan tinggi.
BMKG juga mengungkapkan bahwa sifat hujan pada musim hujan kali ini diperkirakan sebagian besar bersifat normal, yakni 73% dari total ZOM. Namun, terdapat 27% wilayah yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas di atas normal, berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Untuk mengantisipasi potensi bencana, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk:
-
Menambah luas tanam dan menyesuaikan jadwal tanam pada masa tanam pertama (MT-1).
-
Melakukan pengisian waduk, danau, dan embung tadah hujan sebagai cadangan air bersih menghadapi musim kemarau mendatang.
-
Mengoptimalkan informasi iklim BMKG untuk perencanaan pembangunan dan mitigasi dampak perubahan iklim.
Selain itu, masyarakat di wilayah rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan dengan intensitas tinggi.(*)














