PanselaNews.com [PONOROGO] – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kauman Ponorogo identik dengan citra sekolah seni. SMP di Kecamatan Kauman tersebut bahkan memiliki kelas unggulan seni.
Singo Sumowicitro, grup reog SMPN 2 Kauman, langganan juara Festival Reog Remaja (FRR). FRR setiap tahun mengiringi gelaran Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP).
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita mengapresiasi SMPN 2 Kauman yang selama ini konsisten membangun ekosistem pendidikan serta kebudayaan di lingkungan sekolah. Bunda Lis, sapaan akrab Lisdyarita datang langsung ke SMPN 2 Kauman pada Senin 9 Februari 2026 untuk membuka Dakapo Festival.
Dakapo adalah akronim dari SMPN 2 Kauman Ponorogo. Dakapo Festival menjadi gelaran rutin saban tahun dengan berbagai kompetisi seni dan olahraga.
“Apresiasi tinggi kepada kepala sekolah, tenaga pendidik, dan pendamping yang sudah berperan aktif menjaga keberlanjutan kesenian daerah,” kata Bunda Lis dilansir dari ponorogo.go.id.
Menurutnya, adanya kelas unggulan seni di SMPN 2 Kauman turut menjadi jaminan keberlangsungan Reog Ponorogo. Reog menjadi kesenian lokal Ponorogo yang sudah masuk daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.
“Pengakuan UNESCO membawa tanggung jawab besar bagi masyarakat Ponorogo untuk menjaga kelestarian kesenian asli daerahnya,” imbuh Bunda Lis.
Kepala SMPN 2 Kauman Indarto menyampaikan Dakapo Festival menjadi ruang pembinaan budaya yang konsisten. Hingga kini, SMPN 2 Kauman sudah menggelar festival yang melombakan beragam seni dan olahraga tersebut hingga 11 kali. Sejak dua tahun terakhir, peraih juara umum berhak atas Piala Bergilir Bupati Ponorogo.
“Dakapo Festival menonjolkan kesenian asli Ponorogo dengan cabang-cabang lombanya,” ungkap Indarto.
Indarto berharap Dakapo Festival mampu menjadi wadah pengembangan talenta kalangan pelajar SMPN 2 Kauman. Pihaknya sengaja membuka kelas unggulan seni mulai kelas VII, VIII, dan kelas IX sehingga siswa dapat menyalurkan minat dan bakat mereka pada kesenian.
Dalam kiprahnya berkesenian, Dakapo telah bekerja sama dengan Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.















