PanselaNewscom,Ponorogo – IDE segar datang dari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, dalam upaya menanggulangi banjir melalui gerakan penghijauan. Kang Bupati, sapaan akrabnya, mencanangkan program unik: menggabungkan dzikir pagi dengan aktivitas menanam pohon. Hal ini disampaikan saat menghadiri penanaman rumput vetiver di sepanjang Sungai Dukuh Taro, Desa Bajang, Balong, Sabtu (08/02/2025), yang bersamaan dengan peringatan Harlah IPNU ke-71 dan IPPNU ke-70.
“Banjir di tujuh kecamatan akhir tahun lalu membuat kita sadar bahwa harus melakukan upaya luar biasa dalam menyelamatkan lingkungan,” ujar Sugiri. Ia mengungkapkan, program ini sudah diterapkan dalam setiap diklatsar Banser dan Ansor, dengan meminta para peserta memulai dzikir pagi sambil menanam pohon.

Foto: ponorogo.go.id
Bupati juga menegaskan perlunya kesadaran kolektif bahwa penghijauan dan pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. “Akan kita ajak para pelajar di semua sekolah untuk ikut menanam pohon. Lima tahun ke depan pasti sudah tumbuh besar, sehingga lingkungan sekitar hijau kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IPNU Ponorogo, Masduqi Mahfudz, mengapresiasi inisiatif tersebut. IPNU Ponorogo telah menanam 500 rumput vetiver di sepanjang Sungai Dukuh Taro, tepat di titik-titik erosi yang sering terjadi. “Kami tidak akan berhenti di sini. Anggota IPNU di semua tingkatan sekolah menyambut seruan Pak Bupati untuk membarengi dzikir pagi dengan menanam pohon,” ungkap Masduqi, yang juga mengajak anggota IPPNU untuk turut serta.
Gerakan ini diharapkan tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan kolaborasi semua pihak, Ponorogo berharap dapat mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.














