Penghijauan dan Biopori Jadi Solusi Cegah Bencana Alam di Taman Sri Setono
PanselaNews.com, Ponorogo – Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menggaungkan seruan penghijauan yang mendapat respons positif dari Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), dengan aksi menanam 300 bibit pohon dan 100 biopori di Taman Sri Setono Gumelar, Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, pada Minggu (23/3/2025). “AWDI tidak pernah merepotkan pemerintah daerah, malah memberikan kontribusi nyata dengan mendukung program penghijauan,” ujar Kang Giri, yang turut berlumur tanah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, menanam pohon dan membuat biopori adalah langkah konkret mencegah bencana seperti banjir, longsor, dan kekeringan yang kian mengancam akibat alih fungsi lahan hijau menjadi pemukiman.
Kang Giri, yang telah memimpin Ponorogo selama dua periode, menekankan pentingnya teknologi biopori sejak awal kepemimpinannya. “Apalagi sekarang ini banyak lahan terbuka hijau yang beralih fungsi menjadi gedung maupun pemukiman. Tanah sudah kehilangan tabungan airnya,” jelasnya. Upaya ini juga didukung oleh Maesa Group melalui Yayasan Menabung Air, yang menargetkan satu juta biopori di seluruh wilayah. “Maesa yang berawal dari bisnis keluarga Pabrik Es Bumi Lancar di Ponorogo tidak lupa memberi sumbangsih untuk menjaga jumlah dan kualitas sumber air,” tambah bupati, mengapresiasi kontribusi perusahaan tersebut dalam pelestarian lingkungan.
Pembina AWDI Ponorogo, Muhammad Yani, menyatakan komitmennya mendukung gerakan penghijauan masif ini. “Tidak ada kata terlambat. Kalau bukan kita yang berupaya lalu siapa lagi,” ungkapnya, seraya menyebut aksi ini bagian dari peringatan Hari Pers Nasional. Yani menyoroti perlunya keseimbangan antara penanaman pohon dan pembuatan biopori komunal untuk menampung air hujan serta limbah rumah tangga, demi mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah. Kegiatan di Plalangan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, jurnalis, dan sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan alam.
Baca juga: Surat Suara Bekas Pemilu 2024 di Ponorogo Laku Dijual Rp210 Juta
Aksi penghijauan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga langkah strategis menghadapi tantangan lingkungan di Ponorogo. Dengan 300 bibit pohon produktif dan 100 biopori yang ditanam, Taman Sri Setono Gumelar diharapkan menjadi model kawasan hijbreviationau yang mendukung ketahanan air dan mitigasi bencana. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Maesa Group dan AWDI, memperkuat visi Kang Giri untuk menjadikan Ponorogo lebih hijau dan tangguh, sekaligus menginspirasi daerah lain mengikuti langkah serupa menjelang ancaman cuaca ekstrem di masa depan.
Sumber: ponorogo.go.id
Editor: Tri Wahyudi














