DPRD Jateng dan BPBD Tekankan Pentingnya Edukasi Masyarakat & Anggaran Memadai
PanselaNews.com, Surakarta – Menghadapi cuaca ekstrim yang memicu bencana di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, DPRD Provinsi Jateng bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar dialog publik bertajuk “Aspirasi Jateng: Cuaca Ekstrim Landa Jateng, Bagaimana Antisipasi Terjadinya Bencana?” di Stasiun TATV Surakarta.

DPRD Provinsi Jateng bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar dialog publik bertajuk “Aspirasi Jateng: Cuaca Ekstrim Landa Jateng, Bagaimana Antisipasi Terjadinya Bencana?” di Stasiun TATV Surakarta./ Foto: dprd.jatengprov.go.id
Anggota DPRD Jateng Anton Lami Suhadi menekankan pentingnya alokasi anggaran memadai untuk penanganan bencana. “Dana yang cukup memungkinkan respons lebih optimal, terutama di daerah rawan seperti Petungkriyono,” ujar Sekretaris Komisi C ini. Ia juga mengakui tantangan relokasi warga akibat faktor ekonomi dan sosial.
Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, menyatakan upaya membangun masyarakat tangguh bencana terus dilakukan melalui edukasi. “Masyarakat kini lebih paham risiko di daerahnya,” katanya. Ia mendorong perusahaan swasta mengalokasikan dana CSR untuk wilayah rawan.
Kolaborasi dengan akademisi diwujudkan UNS melalui Tim Rescue dan sosialisasi penanganan bencana di sekolah. “Respons positif dari siswa membuktikan pentingnya edukasi sejak dini,” jelas Titis Srimuda Pitana, Kepala BKSB UNS.(*)











