Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 23 Feb 2025 21:43 WIB

Dampak Efisiensi Anggaran, Puluhan Event Budaya di Trenggalek Terancam Batal


					Dampak Efisiensi Anggaran, Puluhan Event Budaya di Trenggalek Terancam Batal Perbesar

Ilustrasi: Kirab Hari Jadi ke-829 Trenggalek, (Foto: Dok. panselanews.com)  

PanselaNews.com,Trenggalek-Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mewajibkan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk melakukan efisiensi anggaran.

Dalam instruksi tersebut, pemerintah pusat menetapkan pemotongan belanja negara sebesar Rp 306,6 triliun, yang mencakup pengurangan anggaran kementerian/lembaga sebesar Rp 256,1 triliun dan efisiensi transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 50,5 triliun.

Instruksi Presiden Prabowo Subianto tentang efisiensi anggaran kementerian/lembaga berdampak luas. Salah satunya di sektor pariwisata. Dampaknya, puluhan event budaya di Kabupaten Trenggalek terancam dibatalkan.

BACA JUGA  Gubernur Ahmad Luthfi Sentil Bupati/Wali Kota di Musrenbang, Gelontorkan Duit Rp 6 T Untuk Infrastruktur Jalan

Event tersebut merupakan upaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek untuk mendatangkan wisatawan. Dengan pemangkasan ini mereka bakal kesulitan mengejar target PAD yang ditetapkan.

Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait kebijakan ini. Meskipun begitu pihaknya dapat menduga mata anggaran yang dilakukan efisiensi.

“Dari Inpres, kami sudah bisa menduga yang diefisiensi seperti perjalanan dinas, rapat koordinasi, studi banding hingga peningkatan SDM,” ujarnya seperti dikutip dari jatimnow, Jumat (21/2/2025)

BACA JUGA  Polres Wonogiri Berhasil Ungkap Kasus Penjualan Mobil Dengan STNK Palsu, 12 Mobil Diamankan Sebagai Barang Bukti 

Kegiatan lain yang berpotensi terdampak efesiensi adalah pembangunan destinasi wisata dan event budaya yang langsung bersinggungan dengan masyarakat. Namun, pihaknya masih perlu mempelajari kepastian anggaran yang di efisiensi.

“Kami masih bingung jika event terkena efisiensi, apakah jumlah event yang dikurangi atau skala event yang dikecilkan,” terangnya.

Menurut Sunyoto, efisiensi anggaran yang dilakukan di Disparbud Trenggalek diperkirakan mencapai 50 persen dari total anggaran yang diajukan pada tahun 2025 yakni mencapai Rp16 miliar.

BACA JUGA  DPRD Trenggalek Setujui Ranperda RPJMD dan LPJ Bupati TA 2024 Menjadi Perda

Menurutnya jika efisiensi telah dilakukan, seharusnya ada revisi target PAD wisata 2025. Hal ini dikarenakan ketika terjadi efisiensi otomatis akan mengurangi event dan pembangunan sarana prasana wisata.

“Ketika efisiensi, sulit mengejar target PAD yang mencapai Rp9,03 miliar. Maka harus ada revisi target PAD 2025,” tutupnya. (Sar)

Editor : Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini