Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 4 Mei 2026 20:50 WIB

Gebrakan Menteri ATR/BPN: Restrukturisasi Distribusi Tanah Demi Keadilan Ekonomi


					Menteri Nusron Wahid saat memaparkan visi restrukturisasi distribusi tanah di UNWAHAS Semarang. (Foto: Normawan/ Kantah Wonogiri) Perbesar

Menteri Nusron Wahid saat memaparkan visi restrukturisasi distribusi tanah di UNWAHAS Semarang. (Foto: Normawan/ Kantah Wonogiri)

PanselaNews.com [SEMARANG] – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan restrukturisasi distribusi tanah secara menyeluruh. Hal ini ia sampaikan guna mendorong pemerataan ekonomi nasional yang sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto terkait keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Langkah strategis ini menjadi prioritas utama kementerian untuk mengikis ketimpangan penguasaan lahan yang selama ini masih terjadi. Nusron menekankan bahwa akses terhadap tanah merupakan fondasi dasar bagi masyarakat untuk keluar dari garis kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup secara mandiri.

Misi Khusus dari Presiden Prabowo Subianto

Dalam kuliah umum di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS), Semarang, Sabtu (02/05/2026), Menteri Nusron mengungkapkan bahwa tugas ini merupakan mandat langsung dari kepala negara. Ia menyebut ada tiga pilar utama yang menjadi instruksi Presiden sebelum dirinya resmi dilantik sebagai menteri.

BACA JUGA  Bupati Kebumen Kembali usai Terima Sertifikat UNESCO Global Geopark

“Sebelum dilantik saya dipanggil Pak Presiden untuk menciptakan restrukturisasi distribusi tanah yang lebih mengedepankan keadilan, pemerataan, dan keberlanjutan ekonomi. Tiga kata itu kuncinya,” ujar Nusron di hadapan puluhan dosen dan mahasiswa di Kampus UNWAHAS.

Mengatasi Ketimpangan dengan Konsep ‘Legal Access’

Nusron menjelaskan bahwa saat ini sebagian besar aset tanah di Indonesia masih terkonsentrasi pada kelompok tertentu. Kondisi ini membuat akses masyarakat umum terhadap sumber daya ekonomi menjadi terbatas. Mengacu pada pemikiran ekonom ternama Hernando de Soto, ia menegaskan pentingnya legal access atau kepastian hukum atas akses tanah.

BACA JUGA  Diduga Provokasi Aksi Anarkis, Pria di Wonogiri Diamankan Polisi, Pelaku Lainnya Diburu

Menurutnya, tanpa akses terhadap tanah, mustahil seseorang bisa memutus rantai kemiskinan. Tanah bukan sekadar aset diam, melainkan modal utama untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, kebijakan distribusi lahan akan menyasar kelompok yang selama ini belum memiliki kesempatan.

Menjaga Keberlanjutan: Yang Kecil Harus Besar

Meski berfokus pada pemerataan, Menteri Nusron menjamin bahwa kebijakan ini tidak akan mematikan pelaku usaha besar yang sudah ada. Pemerintah mengedepankan prinsip harmoni di mana pengusaha besar tetap berjalan, namun kelompok masyarakat kecil diberikan ruang seluas-luasnya untuk berkembang.

“Adil saja tidak cukup, merata saja tidak cukup, kalau tidak ada keberlanjutan ekonomi. Yang kecil harus menjadi besar, dan yang belum punya akses harus diberikan kesempatan,” tegasnya.

BACA JUGA  John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia 

Antusiasme Sivitas Akademika UNWAHAS

Acara kuliah umum ini disambut hangat oleh keluarga besar UNWAHAS. Turut hadir mendampingi Menteri, antara lain Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim Noor Achmad, Rektor UNWAHAS Helmy Purwanto, serta jajaran pejabat dari Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah.

Kehadiran Menteri ATR/BPN di Semarang ini diharapkan menjadi katalisator bagi akademisi dan mahasiswa untuk ikut mengawal jalannya reforma agraria di Indonesia, sehingga distribusi tanah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil secara berkelanjutan. (Nor)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini