Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 18 Sep 2025 21:56 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Modernisasi Pembayaran Tiket Bus Trans Jateng 


					Gubernur Ahmad Luthfi Luncurkan Modernisasi Pembayaran Tiket Bus Trans Jateng  Perbesar

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam acara Peringatan Hari Perhubungan Nasional [Harhubnas] 2025 di Politeknik Ilmu Pelayaran, Kota Semarang pada Rabu, [17/9] 

Foto : Fajar (Humas Jateng)

 

PanselaNews.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan sistem pembayaran digital untuk bus Trans Jateng guna mempermudah layanan masyarakat.

Saat ini, para penumpang bisa membeli tiket Trans Jateng tidak hanya dengan uang tunai, tetapi juga menggunakan QRIS, aplikasi Si Anteng [ASTRAPAY], Kartu Multi Trip [KMT], E-Money [Mandiri], Tap Cash [BNI[, Brizzi [BRI], dan Flazz [BCA].

“Hari ini kita launching [meluncurkan] beberapa kartu, termasuk dari KAI yang bisa digunakan untuk [membeli tiket] Trans Jateng,” ucap Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol [P] Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dalam acara Peringatan Hari Perhubungan Nasional [Harhubnas] 2025 di Politeknik Ilmu Pelayaran [PIP], Kota Semarang pada Rabu, 17 September 2025.

BACA JUGA  Prabowo-Erdogan Bertukar Cendera Mata Bersejarah di Bogor: Senapan hingga Kaligrafi Jadi Simbol Kemitraan

Harapannya, modernisasi dan digitalisasi pembayaran ini mampu mempermudah layanan publik sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Selain itu, juga ada peningkatan dari sisi layanan, armada, fasilitas, pengelolaan, maupun sistem, seperti adanya penggabungan layanan bus Trans Jateng dengan bus Trans milik pemerintah kabupaten/kota.

Sejak diluncurkan pada tahun 2017, Trans Jateng sudah beroperasi di 7 koridor dan melayani 14 Kabupaten/Kota di Jateng, yakni koridor Semarang-Bawen, Purwokerto-Purbalingga, Semarang-Kendal, Kutoarjo-Borobudur, Solo-Sumberlawang, Semarang-Grobogan, dan Solo-Sukoharjo-Wonogiri. Diketahui, seluruh koridor tersebut mampu melayani sebanyak 26.965 penumpang dalam sehari.

BACA JUGA  Geoportal Kebijakan Satu Peta 2.0 Resmi Diluncurkan, Menteri AHY Harap Bisa Dorong Investasi dan Kepastian Hukum

“Trans Jateng akan kita kembangkan, di antaranya mungkin nanti di Batang, Magelang, Jepara-Kudus, dan Banyumas. Semuanya untuk memperpanjang jangkauan, mungkin ada penambahan kendaraan yang kita lakukan, sehingga ke depan transportasi ini [Trans Jateng] akan [memudahkan] kita,” ucap Gubernur.

Bertepatan dengan Harhubnas 2025, Gubernur juga mendorong adanya upaya peningkatan konektivitas wilayah untuk mendukung pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah, di antaranya dengan mengupayakan pengembangan pelabuhan Tanjung Emas, serta pengusulan Pelabuhan Kendal yang semula merupakan Pelabuhan Pengumpan Regional menjadi dermaga atau bagian dari Pelabuhan Tanjung Emas.

Selanjutnya, optimalisasi bandara perintis di Jateng melalui pemanfaatan Bandara Dewadaru-Karimunjawa [Jepara], Bandara Ngloram (Blora), dan Bandara Jenderal Besar Soedirman [Purbalingga].

BACA JUGA  Kapolres Wonogiri Pimpin Patroli Skala Besar untuk Antisipasi Balap Liar

Tak hanya itu, juga ada peningkatan kualitas jalan provinsi dengan lebar 7 meter, termasuk pengadaan penerangan jalan umum ]PJU] di jalan provinsi.

Kemudian, mendorong revitalisasi jalur kereta api melalui fasilitasi dan koordinasi terkait reaktivasi jalur nonaktif, di antaranya jalur Semarang-Rembang, Semarang-Magelang-Jogja, dan Purwokerto-Wonosobo.

Pemprov Jateng juga mengusulkan perpanjangan layanan KA Komuter Kedungsepur, yang rute awalnya Poncol-Ngrombo menjadi Weleri-Ngrombo; perpanjangan elektrifikasi/sistem penyaluran daya listrik Kereta Rel Listrik [KRL] Solo-Jogja sampai ke Stasiun Kutoarjo [Purworejo]; serta perpanjangan layanan KA Prameks sampai dengan Kebumen, yang semula rutenya hanya dari Jogja ke Kutoarjo. [*]

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Keluarga Rusdi Warga Asal Wonogiri Klarifikasi Tuduhan Dugaan Penggelapan, dan Gugat Kakak Kandungnya di PN Sidoarjo

4 Juni 2026 - 18:32 WIB

Konferensi pers kuasa hukum kasus Rusdi Wijisaksono di Manyaran Wonogiri.

Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan dan Screening TB Paru bagi Bhabinkamtibmas

3 Juni 2026 - 18:15 WIB

Kementerian Komdigi Latih Ratusan Pelaku UMKM di Wonogiri Berinovasi Dengan AI, Jadi Lokasi Pertama di Indonesia

3 Juni 2026 - 16:20 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

3 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar, Korbannya Warga Amerika Serikat

2 Juni 2026 - 20:10 WIB

Dukung Pencegahan TBC, Polres Wonogiri dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan Bhabinkamtibmas

2 Juni 2026 - 19:51 WIB

Trending di Berita Terkini