PanselaNews.com, Halmahera – Dunia jurnalistik Indonesia kembali berduka. Sahril Helmi, seorang jurnalis senior dari Metro TV, meninggal dunia saat bertugas meliput evakuasi nelayan di perairan Maluku Utara. Jenazah almarhum ditemukan pada Sabtu, 8 Februari 2025, di Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.
Sahril Helmi tengah menjalankan tugas jurnalistiknya dengan meliput proses evakuasi nelayan yang mengalami musibah di wilayah tersebut. Namun, dalam pelaksanaan tugasnya, ia mengalami insiden yang mengakibatkan kepergiannya untuk selama-lamanya. Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko besar yang sering dihadapi para jurnalis di lapangan demi menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Kabar wafatnya Sahril Helmi mengejutkan rekan-rekan jurnalis serta masyarakat luas. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari awak media Portalika News Network .
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita atas wafatnya Sahril Helmi. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tulis salah satu perwakilan Portalika News Network dalam pernyataannya.
Baca juga: Hartanto Boechori: Tangkap Eksekutor dan Dalang Percobaan Pembunuhan Jurnalis di Tuban
Pemimpin Redaksi Metro TV juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Sahril Helmi selama bertugas. “Beliau adalah contoh jurnalis yang profesional, berdedikasi tinggi, dan selalu memberikan yang terbaik dalam setiap tugasnya. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi kami semua,” ujar Pemred Metro TV.
Sahril Helmi dikenal sebagai sosok yang ramah, pekerja keras, dan memiliki komitmen kuat terhadap profesi jurnalistik. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat yang selama ini mengikuti hasil liputannya.










