PanselaNews.com [PROBOLINGGO] – Pelestarian seni dan budaya lokal menjadi kebutuhan yang penting saat ini di tengah globalisasi dengan mudahnya pertukaran budaya antar negara di dunia. Dalam rangka melestarikan seni dan budaya lokal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan Tari Kembang Genggong. Berlokasi di Sanggar Dwija Budaya Krejengan Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Krejengan, pelatihan digelar Senin hingga Rabu, 9-11 Februari 2026.
Kegiatan pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono. Sejumlah 48 guru tari yang merupakan perwakilan dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo turut menjadi peserta pelatihan tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Akhmad Arief Hermawan CM menyatakan pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan pelatih-pelatih tari di seluruh kecamatan. Para peserta yang mengikuti pelatihan nantinya akan menjadi pelatih bagi guru-guru tari di kecamatan masing-masing.
“Selanjutnya pada bulan April 2026 akan dilaksanakan lomba tari antar kecamatan,” imbuhannya dilansir dari probolinggokab.go.id.
Arief menambahkan, Tari Kembang Genggong merupakan tarian khas yang memiliki nilai sejarah dan filosofi lokal Kabupaten Probolinggo. Tarian Kembang Genggong menggambarkan bunga genggong yang ditemukan oleh Kiai Hasan Sepuh Genggong. Yang kemudian dijadikan sebagai hiasan dan kini diangkat menjadi karya seni tari daerah.
Sementara Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat. Ia meminta seluruh Korwil Bidang Dikdaya di 24 kecamatan untuk menyiapkan tim tari terbaiknya.
“Semoga pelatihan ini diikuti dengan serius. Mohon seluruh korwil di 24 kecamatan menyiapkan tim tarinya untuk mengikuti lomba tari yang akan digelar bulan April mendatang,” paparnya.
Pihak Disdikdaya Kabupaten Probolinggo berharap Tari Kembang Genggong dapat semakin dikenal luas melalui pelatihan ini. Serta menjadi salah satu upaya pelestarian seni dan budaya lokal di lingkungan pendidikan.














