Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 21 Agu 2026 15:38 WIB

Mas Ipin Resmikan Laboratorium Living Life bersama Universitas Brawijaya di Pantai Konservasi Penyu Kili-Kili


					Mas Ipin Resmikan Laboratorium Living Life bersama Universitas Brawijaya di Pantai Konservasi Penyu Kili-Kili Perbesar

 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin meresmikan Living Life Laboratory bersama dengan Universitas Brawijaya di Pantai Konservasi Penyu Kili-Kili, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Jum’at, 21 Agustus 2026.

Sejak tahun 2020 Universitas Brawijaya melakukan pendampingan konservasi Penyu Hijau yang dilindungi dunia, bersama Pokmaswas setempat. Dan sekarang dengan adanya laboratorium ini, maka ini akan menjadi laboratorium studi alam tidak hanya Penyu saja, melainkan juga keanekaragaman hayati lainnya.

Rektor Universitas Brawijaya, Profesor Widodo dalam peresmian ini mengatakan, “Alhamdulillah hari ini kita bersama tim dari Universitas Brawijaya diterima dengan baik oleh Pak Bupati Trenggalek dalam rangka untuk meresmikan aktivitas yang selama ini sudah berjalan, tetapi kita akan terus tingkatkan untuk membuat Living Laboratory, khususnya adalah keanekaragaman hayati pesisir,” katanya.

Tidak hanya Penyu, melainkan juga keanekaragaman hayati pesisir seperti mikro biologinya dan juga produk-produk atau tanam-tanaman yang ada di pesisir di Trenggalek ini.

BACA JUGA  Gubernur Jateng: Penjaga Pintu Air, Pahlawan Swasembada Pangan Harus Sejahtera!

“Tujuan yang pertama tentu pengembangan ilmu pengetahuan. Kemudian yang kedua kita adalah bersama-sama mendukung, mensupport pak bupati dan juga warga Trenggalek yang sangat peduli melestarikan keanekaragaman hayatinya dan melestarikan alam,” lanjut Rektor Universitas Brawijaya itu.

Sambungnya menambahkan, “Selain itu, ini adalah salah satu kearifan budaya dan juga komitmen warga Trenggalek bagian dari Global Citizenship yang mana untuk melestarikan alam. Kemudian juga untuk melakukan perbaikan Global Warming,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Trenggalek, Mochamad  Nur Arifin dalam kesempatan itu menambahkan, “Tentu saya berterima kasih kepada Universitas Brawijaya karena reseter-reseter terbaiknya, seperti Cak Kandar sudah mendampingi kita sejak tahun 2010. Waktu itu atas prakarsa dari Bapak Bupati Mulyadi dan sampai sekarang semakin berkembang,” ucapnya.

Saya juga mengucapkan terimakasih terkait dengan kesadaran lingkungan ini semakin meningkat. Diawali dari Tokyo Protokol, kemudian Paris Agreement, banyak juga perusahaan-perusahaan yang mulai berfikir tentang ESG (Environmental, Social, and Governance) nya tentang Coverage Government yang juga pembangunan atau management berkelanjutan. Sehingga juga kerjasama di sini banyak CSR atau beberapa macam lainnya.

BACA JUGA  KPK Geledah Rumah Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi Dana Iklan Bank BJB Rp200 Miliar

Jadi bayangkan kalau didukung dana dari perusahaan, kemudian teknik-teknik konservasinya didukung oleh data berbasis sains dan pemerintah daerah dari sisi regulasi. Kan kawasan ini juga sudah masuk kawasan ekosistem esensial.

Kemudian nanti terkait beberapa perijinan dengan penggunaan kawasan hutan bisa tata kelolanya lebih baik oleh Pokmaswas. Dan segala macam kita upayakan dari sisi regulasi kita, kita dorong terus menerus.

“Saya senang semoga kerjanya ini terus berlanjut, karena tadi komitmennya seperti yang disampaikan oleh Pak Rektor dan Pak Wakil Rektor ini menjadi Living Life. Jadi yang namanya Living Life berarti harus hidup terus menerus. Tidak hanya hari ini ketika diresmikan,” lanjutnya.

BACA JUGA  Pemkab Trenggalek Uji Coba Makan Bergizi Gratis di SLB Kemala Bhayangkari

“Untuk yang lain biasanya peresmian di awal baru berkegiatan. Tapi kalau ini kegiatannya puluhan tahun tapi baru mau diresmikan. Artinya ini hanya mekognisi apa yang sudah kita lakukan. Jadi peresmian atau hubungan kerjasama ini, banyak bagian dari memantau atau meneguhkan kembali apa yang sudah berjalan puluhan tahun aktivitas Universitas Brawijaya dan juga Kabupaten Trenggalek,” tutupnya.

Setelah pelaksanaan peresmian Bupati Trenggalek bersama dengan Rektor Universitas Brawijaya melakukan pelepasan Penyu hasil konservasi ke pantai. Konon katanya Penyu punya kecerdasan navigasi dimana dia menetas atau lepas, dikemudian hari mereka akan kembali di tempat yang sama untuk bertelur.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

6 Anggota Polres Trenggalek Siap Lepas Masa Lajang

11 September 2026 - 07:25 WIB

Tanpa Berbelit-belit, Santri Penghafal Al-Qur’an di Jateng Langsung Terima Tali Asih dari Pemprov

11 September 2026 - 07:06 WIB

88 Kasus CTEV Terdata, Kapolda Jateng Pastikan Anak Mendapat Akses Penanganan melalui Program Peduli CTEV

11 September 2026 - 06:22 WIB

Personel Polres Wonogiri Jalani Ujian Bela Diri Polri, Peserta Diuji Penguasaan Teknik hingga Kedisiplinan

10 September 2026 - 11:20 WIB

Ahmad Munir Bakal Lantik Pengurus PWI Surakarta Periode 2026-2031 Sabtu Ini

9 September 2026 - 05:56 WIB

Trending di Berita Terkini