Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 23 Mei 2025 11:27 WIB

Nyadran Dam Bagong, Tradisi Kearifan Lokal Trenggalek Pengingat Kepahlawanan Ki Ageng Menak Sopal


					Nyadran Dam Bagong, Tradisi Kearifan Lokal Trenggalek Pengingat Kepahlawanan Ki Ageng Menak Sopal Perbesar

 

Ritual larung kepala kerbau ke Dam Bagong, yang kemudian diperebutkan warga dengan menyelam di tengah arus yang deras.

PanselaNews.com  [TRENGGALEK ]-  Masyarakat di seputaran Kota Trenggalek kembali menggelar Upacara Adat Bersih Dam Bagong atau disebut Nyadran Dam Bagong, Jumat, 23 Mei 2025.

Sebuah tradisi kearifan lokal ini digelar sebagai wujud syukur atas hasil panen yang diterima oleh para petani.

Selain itu tradisi ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa Adipati Menak sopal yang telah membangun sarana pengairan Dam Bagong untuk meningkatkan hasil pertanian di daerah sekitarnya.

BACA JUGA  Ribuan Jamaah Bersholawat Semarakkan HUT Kota Krasaan Ke-14

Untuk mengungkapkan rasa syukur tersebut, satu ekor kerbau dan gunungan tumpeng disedekahkan dalam serangkaian upacara adat ini.

Meski tahun ini tanpa kehadiran Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, karena ada agenda di Jakarta, tradisi Nyadran Dam Bagong di Kelurahan Ngantru, Trenggalek ini tetap digelar.

BACA JUGA  Polres Wonogiri Ungkap Kasus Peredaran Tembakau Sintetis di Ngadirojo, Satu Pelaku Diamankan

Masyarakat secara mandiri menggelar ritual Nyadran Dam Bagong sebagai wujud rasa syukur sekaligus pengharapan akan keselamatan dan kesejahteraan di tahun mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Trenggalek yang berhalangan hadir secara langsung dalam acara Nyadran Dam Bagong.

Sunyoto, menyatakan bahwa tradisi ini merupakan simbol penghormatan kepada Tuhan atas rezeki yang diterima selama setahun terakhir, serta doa agar Trenggalek terhindar dari bala di masa mendatang.

BACA JUGA  Menteri ESDM Ambil Sikap Tegas Soal Dugaan BBM Tercampur Air di SPBU Trucuk Klaten  

“Bersih Dam Bagong adalah ungkapan syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan juga sebagai pengingat kepahlawanan Ki Ageng Menak Sopal dalam membangun irigasi di Dam Bagong. Segala sesuatu itu selain dilaksanakan oleh kekuatan diri sendiri juga dilaksanakan secara gotong royong,” ujar Sunyoto.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini