Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 23 Mei 2025 11:27 WIB

Nyadran Dam Bagong, Tradisi Kearifan Lokal Trenggalek Pengingat Kepahlawanan Ki Ageng Menak Sopal


					Nyadran Dam Bagong, Tradisi Kearifan Lokal Trenggalek Pengingat Kepahlawanan Ki Ageng Menak Sopal Perbesar

 

Ritual larung kepala kerbau ke Dam Bagong, yang kemudian diperebutkan warga dengan menyelam di tengah arus yang deras.

PanselaNews.com  [TRENGGALEK ]-  Masyarakat di seputaran Kota Trenggalek kembali menggelar Upacara Adat Bersih Dam Bagong atau disebut Nyadran Dam Bagong, Jumat, 23 Mei 2025.

Sebuah tradisi kearifan lokal ini digelar sebagai wujud syukur atas hasil panen yang diterima oleh para petani.

Selain itu tradisi ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa Adipati Menak sopal yang telah membangun sarana pengairan Dam Bagong untuk meningkatkan hasil pertanian di daerah sekitarnya.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Gandeng 44 Perguruan Tinggi Wujudkan Program 2025-2029

Untuk mengungkapkan rasa syukur tersebut, satu ekor kerbau dan gunungan tumpeng disedekahkan dalam serangkaian upacara adat ini.

Meski tahun ini tanpa kehadiran Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, karena ada agenda di Jakarta, tradisi Nyadran Dam Bagong di Kelurahan Ngantru, Trenggalek ini tetap digelar.

BACA JUGA  Musim Kemarau 2025 Dimulai Mei-Juni, Nusa Tenggara Paling Awal, Puncak Agustus

Masyarakat secara mandiri menggelar ritual Nyadran Dam Bagong sebagai wujud rasa syukur sekaligus pengharapan akan keselamatan dan kesejahteraan di tahun mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Sunyoto, menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Trenggalek yang berhalangan hadir secara langsung dalam acara Nyadran Dam Bagong.

Sunyoto, menyatakan bahwa tradisi ini merupakan simbol penghormatan kepada Tuhan atas rezeki yang diterima selama setahun terakhir, serta doa agar Trenggalek terhindar dari bala di masa mendatang.

BACA JUGA  Kegiatan Pengukuran Tanah Menuju Kabupaten Wonogiri Lengkap

“Bersih Dam Bagong adalah ungkapan syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan juga sebagai pengingat kepahlawanan Ki Ageng Menak Sopal dalam membangun irigasi di Dam Bagong. Segala sesuatu itu selain dilaksanakan oleh kekuatan diri sendiri juga dilaksanakan secara gotong royong,” ujar Sunyoto.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 105 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polwan Polres Trenggalek Juarai Turnamen Beladiri Polri Piala Kapolda Jatim

19 Juni 2026 - 20:46 WIB

Kabar Gembira! Jalan Rusak Menahun di Sragen Segera Mulus, Pemprov Jateng Tambah Anggaran

19 Juni 2026 - 19:33 WIB

Doa Bersama HUT Bhayangkara ke-80, Polres Wonogiri Ajak Refleksi dan Perkuat Pengabdian untuk Masyarakat

19 Juni 2026 - 16:12 WIB

Bulog Tarik dan Ganti Bantuan Pangan Minyakita Bau Minyak Tanah di Kismantoro Wonogiri

19 Juni 2026 - 14:04 WIB

Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online, Jateng Perkuat Literasi Keuangan hingga Desa melalui TPAKD, 

18 Juni 2026 - 20:00 WIB

Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Ahmad Luthfi : Data Akurat Jadi Basis Pembangunan Jateng

18 Juni 2026 - 19:53 WIB

Trending di Berita Terkini