Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 7 Apr 2025 08:27 WIB

Oknum Polisi yang Aniaya Jurnalis ANTARA di Semarang Meminta Maaf


					Oknum Polisi yang Aniaya Jurnalis ANTARA di Semarang Meminta Maaf Perbesar

Ipda E, oknum anggota tim pengamanan protokoler Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada pewarta foto Perum LKBN ANTARA Makna Zaesar –

(ANTARA/I.C. Senjaya) 

PanselaNews.com,Semarang – Ipda E, oknum anggota tim pengamanan protokoler Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf kepada pewarta foto Perum LKBN ANTARA, Makna Zaesar, atas dugaan insiden kekerasan saat kunjungan orang nomor satu di kepolisian itu di Stasiun Semarang Tawang, Sabtu (5/4/2025).

Permintaan maaf itu disampaikan usai pertemuan yang digelar di kantor Perum LKBN ANTARA Biro Jawa Tengah di Semarang, Minggu (6/4) malam.

BACA JUGA  Tingkatkan Profesionalisme Kompi Dalmas, Polres Wonogiri Gelar Latihan Penanganan Unjuk Rasa

Hadir dalam pertemuan tersebut Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto yang mewakili Polri, Direktur Pemberitaan ANTARA Irfan Junaidi, serta pewarta foto ANTARA Makna Zaesar, dan Ipda E.

“Saya menyesal dan menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media atas kejadian di Stasiun Tawang,” kata Ipda E.

Ia berharap ke depan akan semakin humanis, profesional, dan lebih dewasa dalam bertugas.

Sementara Makna Zaesar sudah menerima permintaan maaf tersebut. Meski demikian, ia mengharapkan tetap ada tindak lanjut secara institusi kepolisian atas insiden tersebut.

BACA JUGA  Kementerian ATR/BPN Siap Tuntaskan Rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan Polri menyesalkan insiden yang seharusnya tidak terjadi itu. “Situasi saat kejadian sangat ramai dan penuh sesak,” katanya.

Menurut dia, prosedur standar operasional dalam protokoler pengamanan seharusnya tidak perlu secara emosional.

Kepolisian, lanjut dia, akan melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. “Kalau ditemukan pelanggaran akan diberi sanksi sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Menurut dia, pers merupakan mitra Polri yang saling bekerja sama untuk memberi pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap insiden serupa tidak akan terulang dan kemitraan dengan pers tetap terjaga.

BACA JUGA  Menteri Nusron Wahid Sebut Ilmu Pertanahan dari STPN Dibutuhkan Seantero Negeri

Sementara Direktur Pemberitaan ANTARA Irfan Junaidi juga menyesalkan insiden yang terjadi tersebut karena Polri dan pers bersama-sama bertugas untuk melayani masyarakat.

Menurut dia, peristiwa tersebut dapat menjadi bahan koreksi ke depan sehingga profesionalisme benar-benar terlaksana.

Irfan juga mengapresiasi Ipda E yang secara kesatria untuk meminta maaf.

“ANTARA akan terus menjalankan tugas jurnalisme secara profesional dan objektif, bermitra dengan Polri sebagai unsur yang menjadi pemangku kepentingan, sehingga dapat menjalankan tugas dengan nyaman dan objektif,” katanya. (*)

Sumber: ANTARA

Penulis

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ribuan Pelari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run, Sport Tourism Jateng Kian Mendunia

8 Mei 2026 - 21:56 WIB

Juara Internasional di Thailand, Tim Tari Saman SMA 4 Semarang Dikunjungi Wagub Jateng 

8 Mei 2026 - 21:45 WIB

Solar Industri Melonjak, Nelayan Jateng Minta Skema BBM Khusus

8 Mei 2026 - 21:32 WIB

Bakso Wonogiri Mendunia, 5.000 Porsi Gratis Dibagikan Meriahkan Hari Jadi ke-285 Wonogiri

8 Mei 2026 - 14:20 WIB

Semarak Hari Jadi ke-285 Wonogiri, Kapolres Hadiri Lomba Napak Tilas Pangeran Sambernyawa

8 Mei 2026 - 13:18 WIB

Guru SMPN di Wonogiri Diduga Cabuli Siswi, Terancam Hukuman 15 Tahun

8 Mei 2026 - 07:57 WIB

Trending di Berita Terkini