Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 2 Mar 2025 04:28 WIB

Pabrik Sritex Tutup Setelah 33 Tahun, Jejak Sejarah dari Soeharto Hingga Kebangkrutan


					Pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, resmi tutup pada 1 Maret 2025/ Foto: Istimewa Perbesar

Pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, resmi tutup pada 1 Maret 2025/ Foto: Istimewa

PanselaNews, Sukoharjo – Pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, resmi tutup pada 1 Maret 2025, menandai akhir dari perjalanan panjang perusahaan tekstil yang pernah menjadi kebanggaan Indonesia. Pabrik ini pertama kali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 3 Maret 1992, bersamaan dengan 275 industri lainnya di Surakarta. Didirikan oleh H.M. Lukminto pada 1966 sebagai usaha dagang di Pasar Klewer, Solo, Sritex tumbuh menjadi raksasa tekstil Asia Tenggara dengan produksi seragam militer untuk NATO dan lebih dari 40 negara.

Namun, kejayaan Sritex tak bertahan selamanya. Setelah menghadapi kerugian selama empat tahun berturut-turut sejak 2021 dan utang mencapai 1,597 miliar dolar AS (sekitar Rp26,4 triliun), perusahaan ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang pada 21 Oktober 2024. Keputusan tersebut diperkuat oleh penolakan kasasi Mahkamah Agung pada Desember 2024, memaksa Sritex menghentikan operasionalnya. Penutupan ini berdampak besar, dengan 10.669 karyawan dari Sritex Group terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

BACA JUGA  Polres Wonogiri Gelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan 

Diresmikan di era Orde Baru, Sritex sempat menjadi simbol kemajuan industri nasional berkat dukungan pemerintah Soeharto. “Kami membangun Sritex dengan mimpi besar untuk Indonesia, tetapi tantangan global dan keuangan yang berat akhirnya menutup perjalanan kami,” ujar Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, dalam pernyataan resmi usai pengumuman penutupan. Ia menegaskan bahwa langkah hukum seperti pengajuan Peninjauan Kembali (PK) telah ditempuh, namun tak cukup menyelamatkan perusahaan.

BACA JUGA  Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin hadiri Silaturahmi APeDe

Baca juga: Ribuan Karyawan Sritex Sukoharjo Di-PHK, Tinggalkan Kenangan di Seragam Bertanda Tangan

Kedekatan Sritex dengan penguasa Orde Baru, termasuk keluarga Cendana dan Menteri Penerangan Harmoko, menjadi salah satu faktor lonjakan pesatnya di masa lalu. Perusahaan ini memproduksi seragam untuk TNI, Polri, hingga atribut Golkar, sebelum akhirnya merambah pasar internasional. Krisis ekonomi, persaingan global, dan pandemi menjadi pemicu utama kemunduran Sritex, yang sempat mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2013 dengan kode SRIL.

BACA JUGA  Satlantas Polres Wonogiri Gelar Ramp Chek di Terminal Ngadirojo, Periksa 30 Kendaraan dan 35 Sopir

Penutupan Sritex meninggalkan luka mendalam bagi perekonomian Sukoharjo dan Jawa Tengah. Industri tekstil yang pernah menyerap puluhan ribu tenaga kerja ini kini menjadi kenangan, sekaligus pelajaran berharga tentang tantangan bertahan di era modern. Meski berakhir tragis, warisan Sritex sebagai pionir tekstil Indonesia yang diresmikan Soeharto tetap tercatat dalam sejarah, mengakhiri babaknya di tengah dinamika zaman yang tak terelakkan.

Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam di Jatisrono, Perkuat Sinergi dan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana

26 Juli 2026 - 06:45 WIB

Iwapi Jateng Gelar Pameran Produk Unggulan, Ajang Promosi UMKM Perempuan

26 Juli 2026 - 06:11 WIB

Hartanto Boechori: Pak Presiden Jurnalis Bukan “Londo Ireng”

26 Juli 2026 - 05:42 WIB

Trending di Berita Terkini