Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Uncategorized · 16 Feb 2026 10:09 WIB

Pasar Imlek Semawis Kota Semarang, Simbol Keberagaman dan Toleransi Masyarakat Jawa Tengah


					Pasar Imlek Semawis Kota Semarang, Simbol Keberagaman dan Toleransi Masyarakat Jawa Tengah Perbesar

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi  Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyaksikan Pasar Imlek Semawis di kawasan Pecinan, Kota Semarang pada Sabtu, 14 Februari 2026 malam. (Foto:Dok.Humas Jateng) 

 

PanselaNews.com [SEMARANG]— Imlek bukan lagi menjadi perayaan tahun baru bagi masyarakat etnis Tionghoa saja, melainkan sudah inklusif dan diramaikan oleh hampir seluruh etnis di Jawa Tengah maupun nusantara.

Lihat saja Pasar Imlek Semawis 2026 di Kawasan Pecinan, Kota Semarang. Perayaan di tempat itu disaksikan pula oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sabtu, 14 Februari 2026 malam.

Pasar Imlek Semawis yang digelar dari Jalan Gang Pinggir sampai ujung Jalan Wotgandul Timur tersebut, penuh sesak dengan masyarakat dari berbagai etnis, mulai dari pedagang sampai pengunjung.

Keberagaman memang menjadi konsep yang ditonjolkan pada gelaran tahun ini, sebagai bentuk kebersamaan dan kekuatan yang membuat Pasar Imlek Semawis Semarang terus hidup dan tumbuh hingga saat ini.

BACA JUGA  Penjual Buku di Pasar Gembrong Jakarta Timur Viral: "Jika Bukunya Hilang, Indonesia Mau Pintar"

Pengurus Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim menyatatakan, Pasar Imlek Semawis memang untuk menghidupkan tradisi di Kota Semarang dalam menyambut Imlek, yang sudah ada sejak dulu.

“Dulu, orang Tionghoa saat menjelang Imlek itu belanja sampai malam, itu cuma semalam. Lalu dihidupkan kembali menjadi sebuah perayaan tiga hari menjadi Pasar Imlek Semawis. Tidak cuma jajanan pasar, saja tetapi juga ada banyak kuliner dan UMKM, pernik-pernik, acara budaya dan sosial, yang menunjukkan keberagaman di Kota Semarang,” katanya.

Dalam Pasar Imlek Semawis tahun ini, panitia sengaja menghadirkan tokoh-tokoh mitos Tionghoa, seperti Sun Go Kong dan Dewi Kwan Im, dipadukan dengan tokoh-tokoh wayang Jawa. Pada acara pembukaan juga disediakan makanan muslim Tionghoa yang didatangkan dari Xin Jiang.

“Tahun ini kami juga mengimbau untuk mengenakan kebaya untuk pengunjungnya. Tadi memang terlihat belum banyak, tapi sudah ada juga yang mulai mengenakan kebaya kalau saya lihat,” ujarnya.

BACA JUGA  Lewati Marka Jalan Saat Menyalip, Pemotor Tabrak Elf di Jalan Raya Wuryantoro - Eromoko, Tiga Orang Luka - luka

Harjanto menuturkan, keberagaman di Pecinan Semarang sudah seperti Indonesia mini. Bahkan di kawasan Pecinan ada warung nasi ayam Bu Pini. Seorang etnis Jawa yang berjualan pakai gendongan sampai sekarang mampu membeli ruko untuk warung.

“Beliau Jawa dan bisa bersaing dengan orang Tionghoa di Pencinan. Jadi kalau enak dan harganya masuk akal, ya pasti laku,” tuturnya.

Sisi keberagaman yang ada di Pasar Imlek Semawis tersebut, membuat kagum Wapres Gibran dan Gubernur Ahmad Luthfi. Kekaguman itu disampaikan langsung saat keduanya berkeliling sepanjang Pasar Imlek Semawis.

Keduanya tampak menikmati suasana yang diciptakan oleh Pasar Imlek Semawis tersebut. Mereka tampak berbaur dengan para pengunjung, bahkan Gibran sempat berbelanja di beberapa tenant dan melayani permintaan foto dari pengunjung.

“Beliau senang dengan kegiatan ini, karena bisa menghidupkan usaha ekonomi rakyat. Keberagamannya juga terasa sekali. Beliau berpesan agar tradisi Pasar Imlek Semawis ini jangan sampai hilang. Tradisi ini kan susah untuk memulai, jadi kalau yang sudah berjalan dirawat, apalagi melihat keberagaman yang sudah terjadi di sini,” kata Harjanto, terkait kesan Wapres dan Gubernur Jateng.

BACA JUGA  Kriteria Pelamar Tambahan Seleksi PPPK 2024 untuk Pegawai Non-ASN Resmi Ditetapkan

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan, tradisi yang sudah ada tersebut harus di-uri-uri (dilestarikan). Dia juga menyatakan dukungan terkait rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menyambut tahun baru Imlek. Baik Pasar Imlek Semawis maupun kegiatan yang digelar di tempat lain seperti di Klenteng Sam Poo Kong.

Banyaknya event yang diselenggarakan akan sangat membantu pertumbuhan pariwisata di Kota Semarang dan Jawa Tengah. Selain itu, juga dapat menunjukkan bagaimana toleransi dan keberagaman di Jawa Tengah sangat besar, serta menjadi kekuatan dan nafas dari pembangunan wilayah. (*)

 

Sumber: Humas Jateng

 

Penulis

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perbaikan Tanggul Jebol Dikebut, Jalur Semarang-Purwodadi Ditargetkan Pulih Sebelum Lebaran

18 Februari 2026 - 18:24 WIB

Alam Banget, Wonogiri Punya Resto Keren di Tengah Sawah, Cocok Untuk Tempat Berbuka Puasa Bersama Keluarga 

18 Februari 2026 - 18:08 WIB

Sidokkes Polres Wonogiri Gelar Pemeriksaan Gratis di Pasar, 25 Pedagang Antusias Ikuti Program

18 Februari 2026 - 17:53 WIB

Bawa Sabu, Pria Asal Jatisrono Ditangkap Satresnarkoba Polres Wonogiri

18 Februari 2026 - 13:02 WIB

Jembatan Kali Sambi Selesai Direnovasi, Wujud Sinergi Pemkab dan Polres Wonogiri Buka Akses Alternatif Jawa Tengah – Jawa Timur

18 Februari 2026 - 11:36 WIB

Resmi! Pemerintah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 2026  Jatuh pada Kamis 19 Februari

18 Februari 2026 - 09:11 WIB

Trending di Uncategorized