Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 24 Sep 2025 07:31 WIB

Pemerintah Akui Program MBG Sebabkan 5.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan 


					Pemerintah Akui Program MBG Sebabkan 5.000 Lebih Siswa Jadi Korban Keracunan  Perbesar

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, saat meninjau Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pabelan, Polres Semarang, Jawa Tengah, Selasa [23/9]. Dalam kunjungan tersebut, Sigit meminta jajarannya untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan atau Quality Control melalui penerapan Food Security.

 

PanselaNews.com [JAKARTA]-Kepala Staf Kepresidenan [KSP] M Qodari mengungkap lebih dari 5.000 siswa yang tersebar di berbagai daerah mengalami keracunan program makan bergizi gratis [MBG] dengan sebaran terbanyak di Jawa Barat.

Qodari menyebut bahwa data itu dihimpun dari berbagai Kementerian dan lembaga terkait. Di antaranya Badan Gizi Nasional [BGN] yang mencatat kasus keracunan dengan jumlah penderita 5.080 korban, Kementerian Kesehatan [Kemenkes] 60 kasus dengan 5.207 penderita [data 16 September 2025], dan BPOM 55 kasus dengan 5.320 penderita [data 10 September 2025].

BACA JUGA  Dukung Pencegahan TBC, Polres Wonogiri dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan Bhabinkamtibmas

“Tolong teman-teman jangan lihat beda angkanya, teman-teman jangan ngadu-ngadu nih antar KL ya, setuju ya? Tapi lihat bahwa masalah yang sama dicatat oleh tiga lembaga, bahkan oleh BGN sendiri,” kata Qodari di Jakarta pada Senin,22 September 2025.

“Angkanya secara statistik sebetulnya sinkron, sama-sama di sekitar angka 5.000, ya. Kemudian dari elemen masyarakat ada namanya Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia [JPPI] memantau lewat media mencatat 5.360 siswa, tidak menyebut jumlah kasusnya,” tambahnya.

Berdasarkan hasil asesmen dari BPOM, kata Qodari, puncak kejadian keracunan makanan terjadi pada Agustus 2025 dengan sebaran terbanyak di Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA  Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Malang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

“Secara umum [penyebab] keracunan; a. higienitas makanan; b. suhu makanan dan ketidaksesuaian pengolahan pangan; c. kontaminasi silang dari petugas; d. ada indikasi sebagian disebabkan alergi pada penerima manfaat,” jelasnya.

Qodari menegaskan bahwa pemerintah merespons serius kasus ini dan telah ada pernyataan resmi sebelumnya dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

“Ini contoh bahwa pemerintah tidak tone deaf, tidak buta dan tuli. Pak Mensesneg kan sudah merespons juga kan, Jumat kemarin mengakui adanya itu. Minta maaf dan akan evaluasi. Ini saya tambahkan data-datanya,” kata Qodari.

Selain itu, ia membeberkan hasil temuan cepat terkait kendala dalam pelaksanaan program makanan sekolah. Salah satu sorotan utama adalah kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur [SOP] keamanan pangan.

BACA JUGA  Legenda Timnas Indonesia Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun

“Sekarang temuan kendala dan analisis cepat. Catatan Kemenkes pada September 2025 bahwa ada 1.379 SPPG, ada 413 yang memiliki SOP keamanan pangan dan 312 SPPG yang menjalankan SOP,” jelasnya.

Menurut Qodari, angka tersebut sudah menunjukkan dengan jelas akar masalah yang perlu dibenahi.

“Dari sini kan sudah kelihatan, kalau mau mengatasi masalah ini maka kemudian SOP keamanan pangan harus ada dan digalangkan,” tegasnya.

Di sisi lain, kata Qodari, Kemenkes memiliki Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi [SLHS] sebagai bukti tertulis untuk pemenuhan standar baku mutu dan persyaratan keamanan pangan olahan dan pangan siap saji.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bocah SD Boyolali Ini Bikin Bangga Jateng, Raih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi

29 Juli 2026 - 20:28 WIB

Tongkat Komando Polres Wonogiri Resmi Berganti, AKBP Haris Munandar Resmi Pimpin Polres Wonogiri

29 Juli 2026 - 18:51 WIB

Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran

29 Juli 2026 - 16:36 WIB

Kombes Pol Yuliyanto Resmi Menjabat Kabid Humas Polda Jateng, Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers

29 Juli 2026 - 15:21 WIB

Mencuri di Kamar Kost, Pria Ini Diringkus Warga Sebelum Diserahkan ke Polisi

29 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

Trending di Berita Terkini