Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. (Foto: dok. Kominfo)
PanselaNews.com [PONOROGO] – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kabupaten Ponorogo mengalami anomali. Jika pada bulan September-Oktober biasanya kenaikan harga barang berkisar antara 0,15–0,45 persen, pada september – Oktober 2025 ini IPH berada di angka 0,68 persen.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu (12/11/2025), menyebutkan bahwa sejumlah strategi telah disiapkan untuk mengendalikan inflasi sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Nataru.
“IPH saat ini berada pada indeks kurang aman dan waspada. Dengan beberapa program yang kita siapkan, insyaallah akan membaik,” ujarnya.
Di antara strategi itu, Lisdyarita menyampaikan Pemkab Ponorogo akan segera menggelar pasar murah di berbagai titik. Pasar murah akan menyediakan beberapa bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, bawang merah, dan telur dengan harga miring.
“Semoga pasar murah ini bermanfaat bagi masyarakat Ponorogo untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga stabil dan stok yang memadai,” terangnya.
Selain pasar murah, Lisdyarita menjelaskan bahwa kerja sama antar daerah terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan yang tidak cukup diproduksi di Ponorogo.
“TPID telah melakukan upaya pengendalian inflasi, salah satunya bekerja sama dengan Kabupaten Malang untuk komoditas cabai dan Kabupaten Nganjuk untuk bawang merah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk mencukupi sebagian bahan pangan.
“Ke depan, kami akan mengarahkan ibu-ibu PKK menanam pohon cabai di rumah masing-masing. Seiring meningkatnya kebutuhan telur, saya juga mengajak kepala desa untuk mengembangkan ternak ayam petelur agar kebutuhan telur dapat tercukupi dari desa,” jelasnya. (*)











