Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 13 Nov 2025 12:03 WIB

Pemkab Ponorogo Siapkan Langkah Antisipasi Inflasi Jelang Nataru


					Pemkab Ponorogo Siapkan Langkah Antisipasi Inflasi Jelang Nataru Perbesar

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. (Foto: dok. Kominfo)

 

PanselaNews.com [PONOROGO] – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kabupaten Ponorogo mengalami anomali. Jika pada bulan September-Oktober biasanya kenaikan harga barang berkisar antara 0,15–0,45 persen, pada september – Oktober 2025 ini IPH berada di angka 0,68 persen.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Rabu (12/11/2025), menyebutkan bahwa sejumlah strategi telah disiapkan untuk mengendalikan inflasi sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Nataru.

BACA JUGA  Piala Asia U-20 2025: Indonesia Melawan Uzbekistan, Laga Penentu Lolos ke Fase Selanjutnya

“IPH saat ini berada pada indeks kurang aman dan waspada. Dengan beberapa program yang kita siapkan, insyaallah akan membaik,” ujarnya.

Di antara strategi itu, Lisdyarita menyampaikan Pemkab Ponorogo akan segera menggelar pasar murah di berbagai titik. Pasar murah akan menyediakan beberapa bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, bawang merah, dan telur dengan harga miring.

BACA JUGA  KPU Jawa Tengah Siapkan Penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih setelah Dismissal Gugatan

“Semoga pasar murah ini bermanfaat bagi masyarakat Ponorogo untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga stabil dan stok yang memadai,” terangnya.

Selain pasar murah, Lisdyarita menjelaskan bahwa kerja sama antar daerah terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komoditas pangan yang tidak cukup diproduksi di Ponorogo.

“TPID telah melakukan upaya pengendalian inflasi, salah satunya bekerja sama dengan Kabupaten Malang untuk komoditas cabai dan Kabupaten Nganjuk untuk bawang merah,” ungkapnya.

BACA JUGA  13 Desa di Ponorogo Belum Terima Dana Desa Tahap I 2025, Infrastruktur dan BLT Terdampak

Tak hanya itu, untuk mendukung kemandirian dan ketahanan pangan, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk mencukupi sebagian bahan pangan.

“Ke depan, kami akan mengarahkan ibu-ibu PKK menanam pohon cabai di rumah masing-masing. Seiring meningkatnya kebutuhan telur, saya juga mengajak kepala desa untuk mengembangkan ternak ayam petelur agar kebutuhan telur dapat tercukupi dari desa,” jelasnya. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Syah Buka Mutiara Under Water Festival and Concervation ke-4

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam di Jatisrono, Perkuat Sinergi dan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana

26 Juli 2026 - 06:45 WIB

Iwapi Jateng Gelar Pameran Produk Unggulan, Ajang Promosi UMKM Perempuan

26 Juli 2026 - 06:11 WIB

Trending di Berita Terkini