Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 5 Okt 2025 22:02 WIB

Polri Larang Warga Masuk ke Lokasi Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo


					Petugas gabungan TNI-Polri dan relawan BPBD mengevakuasi material bangunan yang ambruk. (Sumber: divisihumaspolri) Perbesar

Petugas gabungan TNI-Polri dan relawan BPBD mengevakuasi material bangunan yang ambruk. (Sumber: divisihumaspolri)

Polda Jatim menegaskan hanya petugas berwenang yang boleh masuk area reruntuhan musala untuk menjaga keutuhan TKP dan mempercepat identifikasi korban.

Panselanews.com [SIDOARJO] – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) melarang masyarakat memasuki lokasi ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo.
Larangan ini diberlakukan untuk menjaga keutuhan tempat kejadian perkara (TKP) dan mempercepat proses Disaster Victim Identification (DVI) terhadap korban musibah tersebut.

Menurut keterangan resmi dari Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol dr. M. Khusnan Marzuki, M.M., petugas telah memasang garis polisi di sekitar area reruntuhan dan memastikan bahwa hanya pihak berwenang yang boleh masuk ke lokasi.

“Setiap barang atau jenazah yang ditemukan harus tetap pada posisinya sampai petugas mendata. Jangan sampai ada yang disingkirkan atau dipindahkan sembarangan,” ujar Kombes Khusnan dikutip dari Mediahub Polri, Sabtu (4/10/2025).

Ia menjelaskan, kehadiran masyarakat secara berlebihan di lokasi kejadian dapat menghambat proses identifikasi dan bahkan merusak kondisi TKP. Oleh karena itu, pihak kepolisian meminta warga untuk tidak nekat memasuki area yang telah dipasangi garis polisi.

“Khawatirnya kalau orang datang ramai-ramai, TKP bisa rusak, dan itu membahayakan proses identifikasi,” tambahnya.

Petugas gabungan dari Polri, TNI, dan BPBD Sidoarjo terus bekerja di lapangan untuk melakukan pencarian, pendataan korban, serta memastikan area reruntuhan aman dari risiko tambahan.

BACA JUGA  Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Tanah untuk Puslatpur TNI AD Terluas se-Asia

Hingga Sabtu sore, tim DVI masih melakukan identifikasi terhadap korban luka maupun meninggal dunia yang dievakuasi dari lokasi kejadian. Polisi juga mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan foto atau video korban di media sosial demi menghormati privasi keluarga dan menghindari penyebaran hoaks.

BACA JUGA  Alhamdulillah, 546 Guru Terima SK Perpanjangan PPPK dari Bupati Trenggalek

Sementara itu, pihak ponpes telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat untuk membantu proses pemulihan dan pendampingan bagi para santri serta keluarga korban. Suasana duka masih menyelimuti lingkungan Ponpes Al Khoziny, sementara proses penyelidikan penyebab ambruknya bangunan masih terus dilakukan oleh tim forensik dan laboratorium kriminal Polda Jatim.(*)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Tabrakan Maut Dua Sepeda Motor di Wuryantoro Wonogiri, 3 Orang Tewas, 1 Luka Berat

11 Juni 2026 - 21:36 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres Bersama TVRI

11 Juni 2026 - 21:17 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif

11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Trending di Berita Terkini