Rumah yang menyerupai bus double decker Agra Mas milik Supardi.
PanselaNews.com [WONOGIRI] – Supardi (43), atau yang akrab disapa Bagong, warga Dukuh Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, ramai diperbincangkan di media sosial (medsos) karena mempunyai hunian yang menyerupai bus double decker Agra Mas.
Supardi bercerita bahwa ide membangun rumah tersebut muncul karena dirinya merupakan pelanggan setia bus Agra Mas untuk rute Wonogiri–Jakarta.
“Sejak awal saya memang pelanggan Agra Mas. Pulang-pergi ke Jakarta selalu pakai bus Agra Mas, dari dulu sampai sekarang. Dari situ saya terinspirasi untuk membuat rumah berbentuk bus, karena saya ingin tampil beda dari yang lainnya,” ucapnya.
Penyematan logo Agra Mas pada bagian depan rumah berbentuk bus tersebut menjadi alasan perlunya izin dari pihak Agra Mas,
kini telah mengantongi izin dari pihak Agra Mas.
“Saya sudah lega, dari pihak manajer Agra Mas sudah ke sini, sudah minta izin dan sudah disetujui. Cuma saya minta izin itu nantinya dibuat secara tertulis,” ucapnya, Selasa (28/4/2026).
Namun, pada awal pembangunan, sejumlah tetangga sempat merasa heran dan memberikan masukan agar rumah dibuat seperti hunian pada umumnya.
“Dari awal dari geser tanah (banyak warga yang heran), kalau tanah kan rata-rata rumah itu kan digeser rata ya kan mas. Rata dulu baru kasih fondasi,” kata Supardi.
Namun, setelah rumah tersebut berdiri, warga sekitar mulai memahami konsep yang diusung dan memberikan dukungan terhadap keberadaannya.
Rumah tersebut dibangun di atas lahan sekitar 90 meter persegi, dengan dua bangunan utama yang sama-sama mengusung konsep menyerupai kendaraan bus.
Bangunan pertama dibuat menyerupai bus double decker dengan ukuran lebar 4 meter, tinggi 5 meter, dan panjang sekitar 13 meter.
Sementara itu, bangunan kedua memiliki ukuran lebih kecil, menyerupai bus mini dengan dimensi yang lebih standar.
Supardi mengatakan, saat ini pembangunan rumah tersebut baru mencapai sekitar 60 persen.
“Telah menghabiskan dana sekitar Rp 125 juta, dan pengerjaan terhenti karena kendala anggaran,” katanya.
Ia memperkirakan, untuk tahap penyelesaian atau finishing masih dibutuhkan tambahan biaya sekitar Rp 70 juta hingga Rp 100 juta agar rumah dapat benar-benar rampung sesuai konsep yang direncanakan.
Supardi mengaku tak menyangka rumah yang menyerupai bus Agra Mas mendapat perhatian publik dan viral di media sosial.
Editor: Sarno Kenes










