FOTO: Dok.PanselaNews
PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Realisasi investasi di Kabupaten Trenggalek hingga Semester I 2026 mencapai sekitar Rp317 miliar atau 70,47 persen dari target tahunan sebesar Rp450 miliar.
Capaian tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek optimistis target investasi 2026 dapat terpenuhi.
Bahkan, realisasi investasi diperkirakan bisa melampaui target apabila sejumlah investor yang telah menyatakan minat benar-benar masuk ke Trenggalek.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek, Joko Susanto, mengatakan capaian tersebut berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang masuk hingga akhir Juni 2026.
“Ya, jadi untuk semester 1 ya target investasi kita ini untuk 1 tahun di 2026 ini 450 miliar ya investasi yang ada di Kabupaten Trenggalek,” kata Joko.
Menurutnya, dari target investasi sebesar Rp450 miliar, realisasi hingga akhir Juni 2026 telah mencapai sekitar Rp317 miliar.
“70 tepatnya 70,47 persen atau senilai Rp 317 miliar sekian,” ujarnya.
Joko optimistis realisasi investasi akan terus bertambah hingga akhir 2026. Ia menyebut terdapat sejumlah investor yang telah memberikan tanda-tanda akan masuk dan menanamkan modal di Trenggalek.
“Insyaallah kalau melihat perkembangannya kita sampai Juni kemarin ya akhir Juni itu sudah 300 insyaallah bisa bahkan bisa melebihi ya karena ada beberapa investor yang juga sudah apa memberi sign akan masuk ke Trenggalek,” jelasnya.
Berdasarkan data DPMPTSP Kabupaten Trenggalek, investasi dari sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) menjadi penyumbang terbesar dari total realisasi investasi Semester I 2026.
Investasi UMK mencapai Rp273,3 miliar atau 86,2 persen dari total realisasi. Sementara investasi non-UMK tercatat Rp43,8 miliar atau 13,8 persen.
Jika berdasarkan sektor usaha, perdagangan menjadi penyumbang investasi terbesar dengan kontribusi 37,9 persen.
Selanjutnya, sektor perindustrian menyumbang 14,7 persen, pariwisata 13,8 persen, pertanian 6 persen, dan pekerjaan umum 5,7 persen. Sementara sektor lainnya berkontribusi 21,8 persen.
Realisasi investasi tersebut juga diikuti penyerapan tenaga kerja sebanyak 10.547 orang sepanjang Semester I 2026.
Sektor perdagangan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 34,9 persen. Kemudian sektor pariwisata sebesar 21,4 persen dan perindustrian 20,5 persen.
Sementara itu, sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) menyerap 3,7 persen tenaga kerja, kesehatan 3,6 persen, dan sektor lainnya 15,9 persen.
Terkait target investasi Kabupaten Trenggalek pada 2027, Joko mengatakan pihaknya masih akan membahasnya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, target investasi tahun depan berpeluang mengalami kenaikan jika melihat tren realisasi investasi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Nah, ini nanti kita bicarakan dengan pihak provinsi ya, Insyaallah juga mungkin ada ada kenaikan ya. Biasanya kalau trennya seperti itu dinaikkan ya. Tapi kita masih perlu diskusi dengan pihak provinsi,” pungkasnya. (*)
Sumber: KBRT










