Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 15 Mei 2026 15:28 WIB

Warga Banjarnegara Ini Olah Singkong Jadi Mocaf, Angkat Derajat Petani Lokal


					Warga Banjarnegara Ini Olah Singkong Jadi Mocaf, Angkat Derajat Petani Lokal Perbesar

FOTO: Pengolah tepung singkong atau modified cassava flour (mocaf) asal Banjarnegara, Riza Azyumardi Azra. (Istimewa) 

 

PanselaNews.vom [BANJARNEGARA] – Singkong sering kali dicap sebagai pangan kasta kedua setelah nasi. Padahal, jika diolah, ubi kayu dapat menjadi tepung singkong sebagai bahan dasar berbagai kudapan, hingga menjadi cadangan pangan pemerintah.

Pengolah tepung singkong atau modified cassava flour (mocaf) asal Banjarnegara, Riza Azyumardi Azra mengatakan, telah menggeluti bidang tersebut sejak 2015. Berawal dari kepeduliannya terhadap petani singkong yang saat itu hasil panennya hanya dihargai Rp200 per kilogram, kini dia mampu mengangkat derajat petani.

Riza berkisah, melalui Rumah Mocaf yang didirikan, dia mampu menyerap hasil panen singkong petani, dan mengolahnya menjadi berbagai produk turunan pengganti tepung gandum. Dia mengolah tepung singkong menjadi chocolate chips, chiffon cake, selondok, gula, tepung roti, tepung berbumbu, hingga gula cair.

BACA JUGA  Jasa Raharja Dorong Kolaborasi Digital untuk Layanan Cepat Masyarakat Aman di Jalan Raya

“Dalam satu bulan untuk pasar domestik sekitar 30-40 ton. Kini tren permintaannya terus naik. Kami menjual ke pasar retail, pasar daring, dan pesanan personal. Kalau ke luar negeri, pernah ke Oman, Turki, Malaysia, juga ada permintaan dari China,” ujarnya, di gerai Rumah Mocaf, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (14/5/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Riza memperoleh pasokan singkong dari petani di berbagai wilayah Banjarnegara. Melalui ekosistem yang terbentuk, dia rutin mendapat pasokan singkong yang telah diolah menjadi mocaf, kemudian diproses kembali menjadi berbagai produk non-gluten yang dinilai lebih sehat dan cocok bagi penderita celiac maupun alergi gandum.

Dia berharap, tepung mocaf dapat diserap oleh program-program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, Riza juga berharap ada subsidi untuk tepung lokal, agar harganya mampu bersaing dengan tepung gandum yang saat ini banyak beredar di pasaran.

BACA JUGA  Fadli Zon Rayakan Grebeg Suro dan Keberhasilan Reog Ponorogo Jadi Warisan Dunia UNESCO

“Kalau dari Pemprov Jateng, kami pernah mendapat dukungan berupa alat oven untuk produksi chiffon dan cookies, serta alat kemas untuk packing,” imbuhnya.

Petani singkong Desa Parakan, Kecamatan Purwanegara, Latif mengatakan, martabat petani kini terangkat sejak booming produk mocaf. Saat ini, harga singkong mencapai lebih dari Rp1.000 per kilogram.

“Dulu kesusahan kalau mau jual, sampai harus ke luar kota. Sekarang kami siap menampung dengan harga yang sedikit lebih tinggi,” urainya.

Latif menambahkan, petani singkong di desanya mampu memproduksi hingga 21 ton per tahun, dengan luas lahan sekitar 1–2 hektare.

BACA JUGA  Ini Cara Unik Novita Hardini Dukung Suami Maju Lagi di Pilkada Trenggalek 

“Kalau kami untuk penjualan tepung mocaf bekerja sama dengan Mas Riza, sebulan bisa 10-15 ton. Harapannya, tepung ini bisa dikenal ke seluruh Indonesia,” ucapnya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, terus berupaya mengenalkan produk turunan singkong dan pangan lokal lainnya. Hal itu terlihat dari data Dinas Ketahanan Pangan Jateng, yang turut menjadikan pangan berbahan mocaf sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah.

Data Dishanpan Jateng menunjukkan, sejak 2022 produk turunan tepung lokal seperti mi mocaf, beras jagung, dan beras singkong telah dijadikan bagian dari cadangan pangan selain beras. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Wonogiri Ikutkan 102 KDMP di 20 Kecamatan

16 Mei 2026 - 19:03 WIB

Truk Serempet Motor di Pracimantoro Wonogiri, Pemotor Terluka

15 Mei 2026 - 21:18 WIB

Puluhan Ribu Umat Buddha Bakal Rayakan Waisak di Candi Borobudur, Momentum Dongkrak Ekonomi Kawasan

15 Mei 2026 - 20:14 WIB

Sebanyak 898 Pelajar SMK Tulungagung Siap Magang ke Luar Negeri

15 Mei 2026 - 10:11 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Nonaktif Tulungagung, Skandal Dugaan Pemerasan OPD Semakin Terbuka

15 Mei 2026 - 08:43 WIB

Polres Wonogiri Serahkan Bantuan Mesin Listrik Tempel untuk Nelayan Waduk Gajah Mungkur

13 Mei 2026 - 19:22 WIB

Trending di Berita Terkini