Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Ponorogo · 3 Apr 2025 16:12 WIB

Angdes di Ponorogo Sepi Penumpang Saat Arus Mudik Lebaran 1446 H, Sopir Mengeluh


					Angkutan pedesaan (Angdes) di Terminal Seloaji Ponorogo sepi peminat pada momentum arus mudik dan balik lebaran 2025. (Foto: RRI/Eka Wulan)
Perbesar

Angkutan pedesaan (Angdes) di Terminal Seloaji Ponorogo sepi peminat pada momentum arus mudik dan balik lebaran 2025. (Foto: RRI/Eka Wulan)

PanselaNews.com, Ponorogo – Momentum arus mudik dan balik Idul Fitri 1446 Hijriah ternyata tidak membawa berkah bagi sopir angkutan pedesaan (angdes) di Terminal Tipe A Seloaji, Ponorogo. Dikutip dari laman RRI, Rabu, 2 April 2025, sekitar 10 angdes yang biasa ngetime di terminal tersebut justru sepi penumpang. Banyak sopir angdes berwarna kuning terpaksa menganggur, bahkan ada yang tidak mendapatkan penumpang sama sekali dalam sehari.

BACA JUGA  Penuh Haru! Mempelai Pria Dipenjara, Wanita Ini Terpaksa Nikah di Mapolres Trenggalek

Wiji Hartono, salah satu sopir angdes, mengungkapkan penurunan drastis jumlah penumpang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Banyak penumpang bus yang sudah dijemput keluarga di luar terminal, ditambah menjamurnya taksi online,” ujar pria berusia 50 tahun itu. Selain itu, semakin banyaknya masyarakat yang memiliki mobil pribadi juga menjadi faktor utama sepinya angdes, membuat momen Lebaran yang seharusnya ramai justru terasa sepi bagi para sopir.

Setiap hari, Wiji mangkal di shelter Terminal Seloaji dari pukul 05.00 WIB hingga 17.00 WIB, bersama rekan sesama sopir angdes dan MPU jurusan Purwantoro. Namun, selama arus mudik dan balik Lebaran 2025, ia hanya mendapat dua kali perjalanan pulang-pergi (PP) dalam sehari, dengan tujuan Slahung dan Sumoroto. Tarif yang dipatok adalah Rp100 ribu untuk Slahung dan Rp80 ribu untuk Sumoroto, tetapi jumlah penumpang tetap minim, membuat pendapatan sopir menurun signifikan.

BACA JUGA  Wakil Ketua Komisi III DPR Apresiasi Pengungkapan Penyelundupan Sabu Jaringan Internasional oleh Polri

Baca juga: Rutan Ponorogo Buka Kunjungan Keluarga 3 Hari Saat Idul Fitri 1446 H

Wiji berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih pada keberlangsungan angdes agar tidak punah. “Perbedaannya jauh dibanding dulu, setiap tahun semakin sepi,” keluhnya. Situasi ini menjadi tantangan besar bagi sopir angdes di Ponorogo, yang kini harus bersaing dengan moda transportasi modern. Tanpa intervensi, keberadaan angdes sebagai transportasi tradisional pedesaan terancam hilang dari peredaran.(*)

BACA JUGA  Megengan Fest Ponorogo, Hadirkan Beragam Hiburan dan Pentas Seni mulai 13-22 Februari 2026

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Malam Ramadhan – Lebaran 2026 di Alun-Alun Prioritaskan Pedagang Lokal Ponorogo

8 Maret 2026 - 10:35 WIB

Polres Ponorogo Amankan Pasutri Baru Dua Hari Menikah, Tersangka Curanmor

1 Maret 2026 - 11:22 WIB

Megengan Fest Ponorogo, Hadirkan Beragam Hiburan dan Pentas Seni mulai 13-22 Februari 2026

19 Februari 2026 - 11:56 WIB

Ponorogo Jadi Tuan Rumah Kejurprov Jatim Pentathlon 2026

14 Februari 2026 - 23:33 WIB

Kiprah SMPN 2 Kauman Ponorogo Identik sebagai Sekolah Seni

10 Februari 2026 - 09:23 WIB

Judi Sabung Ayam di Ponorogo Seakan Tak Tersentuh Hukum, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas! 

3 Februari 2026 - 08:41 WIB

Trending di Berita Terkini