Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 20 Nov 2025 15:21 WIB

Bencana Longsor di Ponorogo, Lisdyarita Sodorkan Pilihan Relokasi Hunian untuk Korban Longsor Wagir Kidul


					Bencana Longsor di Ponorogo, Lisdyarita Sodorkan Pilihan Relokasi Hunian untuk Korban Longsor Wagir Kidul Perbesar

Longsor di Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Ponorogo. (Foto:dok.Kominfo Ponorogo) 

 

PanselaNews.com [PONOROGO] – Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyampaikan, tidak ada lagi alternatif selain merelokasi hunian empat kepala keluarga (KK) terdampak longsor di Dukuh Bangunsari, Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Ponorogo.

Plt Lisdyarita mengajukan satu-satunya pilihan itu ketika mengunjungi para korban pada Kamis, 20 Nopember 2025.

“Kontur tanah yang labil tidak memungkinkan untuk mendirikan bangunan. Kita akan pindahkan agar longsor tidak terulang,” kata Lisdyarita.

Lisdyarita mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas musibah longsor yang terjadi pada Rabu, 19 Nopember 2025 sekitar pukul 16.00 WIB itu.

BACA JUGA  Jelang Arus Mudik Lebaran, Polres Wonogiri bersama Pemkab Gelar Forum LLAJ Bahas Rekayasa Lalu Lintas

Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak siang mengakibatkan tebing setinggi 10 meter dengan panjang 20 meter runtuh menimpa pemukiman.

Material longsor juga menutup jalan poros desa yang tertimbun sedalam lima meter. Seorang pengguna jalan terluka hingga harus dirujuk ke RSUD dr Harjono, Total  ada 7 kendaraan (3 mobil dan 4 sepeda motor) ikut tertimbun. Terdata empat KK dengan 11 jiwa terdampak langsung.

Lisdyarita menegaskan bahwa penanganan bencana longsor itu akan melibatkan sejumlah perangkat daerah di lingkup Pemkab Ponorogo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, dan kepala desa. “Kami semua semangat untuk membantu meringankan beban para korban,” jelasnya.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Dorong Percepatan Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang Grobogan 

Menurutnya, mitigasi bencana longsor jangka panjang perlu membentuk vegetasi berupa tanaman dengan perakaran yang kuat untuk meningkatkan infiltrasi air hujan dan menghambat aliran permukaan.

“Harus ada tanaman penyerap air. Dengan BPBD, kita berencana menggunakan tanaman vetiver (akar wangi) yang mampu mencegah longsor karena menambat tanah,” ungkapnya.

Sementara itu, BPBD menyatakan status keadaan darurat di area bencana karena masih ada potensi longsor susulan. Petugas gabungan dari BPBD, Koramil dan Polsek Pulung, serta perangkat desa sudah melakukan kaji cepat dengan  pembersihan material longsor.

BACA JUGA  Jasa Raharja dan Korlantas Polri Apresiasi Polda-Polres di IRSMS Award 2025

Alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan desa. BPBD juga mendata kebutuhan berupa tambahan alat berat, dukungan logistik seperti sembako, lauk,  perbekalan, terpal, alas tidur, selimut, paket sandang, perlengkapan masak, dan paket kebersihan untuk warga terdampak. (*)

Editor: Sarno Kenes
Sumber: Kominfo Ponorogo

Penulis

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini