Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Ponorogo · 5 Okt 2025 22:18 WIB

Bulog Ponorogo Jamin Ketersediaan Beras Aman untuk Ponorogo, Pacitan, dan Magetan


					Beras siap distribusi untuk Ponorogo, Pacitan, dan Magetan. (Sumber: ponorogo.go.id) Perbesar

Beras siap distribusi untuk Ponorogo, Pacitan, dan Magetan. (Sumber: ponorogo.go.id)

Bulog Ponorogo memastikan stok beras dan gabah aman hingga April 2026. Harga beras dan jagung tetap terkendali berkat sinergi dengan Pemkab dan petani.

Panselanews.com [PONOROGO] – Ketersediaan pangan di Kabupaten Ponorogo dipastikan aman hingga April 2026 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bulog Kantor Cabang (Kancab) Ponorogo, Budiwan Susanto, yang menyebutkan bahwa stok beras dan gabah mencapai sekitar 60 ribu ton.

Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Ponorogo, Pacitan, dan Magetan, sesuai dengan wilayah kerja Bulog Kancab Ponorogo. Data ini dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Minggu (5/10/2025).

“Kontribusi terbesar tetap dari Ponorogo karena memiliki lahan pertanian paling luas, dengan dukungan program peningkatan produktivitas tanpa mengurangi kualitas hasil panen,” ujar Budiwan Susanto, Jumat (3/10/2025).

Bulog mencatat telah menyerap 58 ribu ton gabah dan 148 ton jagung hasil panen petani hingga 1 September 2025. Angka tersebut akan terus bertambah seiring masa panen di beberapa kecamatan yang masih berlangsung.

BACA JUGA  Pantai di Paranggupito Wonogiri Jadi Tujuan Wisatawan, Polisi Intensifkan Pengamanan

Menurut Budiwan, sebagian wilayah di Ponorogo bahkan melakukan panen hingga empat kali dalam setahun, menunjukkan efektivitas program pertanian yang dijalankan pemerintah daerah.

Selain menjaga stok beras, Bulog juga aktif menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) melalui Gerakan Pangan Murah yang melibatkan Pemkab, Kodim, dan Polres Ponorogo.

“Kami sudah menyalurkan sekitar 4 ribu ton beras SPHP sepanjang Januari hingga Agustus 2025, baik di pasar tradisional maupun ritel modern,” jelasnya.

Penyaluran ini bertujuan untuk menekan fluktuasi harga beras agar tetap stabil di masyarakat. Bulog memastikan harga eceran tertinggi (HET) tetap di angka Rp 12.500 per kilogram.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Terus Kembangkan Destinasi Wisata Ramah Muslim, Karanganyar Jadi Model

Tak hanya beras, Bulog juga menyerap hasil panen jagung petani Ponorogo dengan harga Rp 6.400 per kilogram untuk jagung berkualitas dengan kadar air maksimal 14 persen dan kadar aflatoksin di bawah 50 part per billion (ppb).

“Dengan stok jagung yang cukup dan harga pakan yang wajar, diharapkan harga daging unggas dan telur tetap stabil di pasaran,” pungkas Budiwan Susanto.

Langkah konsisten Bulog ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, petani, dan aparat daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi Ponorogo Raya menjelang musim paceklik tahun depan.(*)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Malam Ramadhan – Lebaran 2026 di Alun-Alun Prioritaskan Pedagang Lokal Ponorogo

8 Maret 2026 - 10:35 WIB

Polres Ponorogo Amankan Pasutri Baru Dua Hari Menikah, Tersangka Curanmor

1 Maret 2026 - 11:22 WIB

Megengan Fest Ponorogo, Hadirkan Beragam Hiburan dan Pentas Seni mulai 13-22 Februari 2026

19 Februari 2026 - 11:56 WIB

Ponorogo Jadi Tuan Rumah Kejurprov Jatim Pentathlon 2026

14 Februari 2026 - 23:33 WIB

Kiprah SMPN 2 Kauman Ponorogo Identik sebagai Sekolah Seni

10 Februari 2026 - 09:23 WIB

Judi Sabung Ayam di Ponorogo Seakan Tak Tersentuh Hukum, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas! 

3 Februari 2026 - 08:41 WIB

Trending di Berita Terkini