Bulog Ponorogo memastikan stok beras dan gabah aman hingga April 2026. Harga beras dan jagung tetap terkendali berkat sinergi dengan Pemkab dan petani.
Panselanews.com [PONOROGO] – Ketersediaan pangan di Kabupaten Ponorogo dipastikan aman hingga April 2026 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bulog Kantor Cabang (Kancab) Ponorogo, Budiwan Susanto, yang menyebutkan bahwa stok beras dan gabah mencapai sekitar 60 ribu ton.
Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah Ponorogo, Pacitan, dan Magetan, sesuai dengan wilayah kerja Bulog Kancab Ponorogo. Data ini dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Minggu (5/10/2025).
“Kontribusi terbesar tetap dari Ponorogo karena memiliki lahan pertanian paling luas, dengan dukungan program peningkatan produktivitas tanpa mengurangi kualitas hasil panen,” ujar Budiwan Susanto, Jumat (3/10/2025).
Bulog mencatat telah menyerap 58 ribu ton gabah dan 148 ton jagung hasil panen petani hingga 1 September 2025. Angka tersebut akan terus bertambah seiring masa panen di beberapa kecamatan yang masih berlangsung.
Menurut Budiwan, sebagian wilayah di Ponorogo bahkan melakukan panen hingga empat kali dalam setahun, menunjukkan efektivitas program pertanian yang dijalankan pemerintah daerah.
Selain menjaga stok beras, Bulog juga aktif menyalurkan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) melalui Gerakan Pangan Murah yang melibatkan Pemkab, Kodim, dan Polres Ponorogo.
“Kami sudah menyalurkan sekitar 4 ribu ton beras SPHP sepanjang Januari hingga Agustus 2025, baik di pasar tradisional maupun ritel modern,” jelasnya.
Penyaluran ini bertujuan untuk menekan fluktuasi harga beras agar tetap stabil di masyarakat. Bulog memastikan harga eceran tertinggi (HET) tetap di angka Rp 12.500 per kilogram.
Tak hanya beras, Bulog juga menyerap hasil panen jagung petani Ponorogo dengan harga Rp 6.400 per kilogram untuk jagung berkualitas dengan kadar air maksimal 14 persen dan kadar aflatoksin di bawah 50 part per billion (ppb).
“Dengan stok jagung yang cukup dan harga pakan yang wajar, diharapkan harga daging unggas dan telur tetap stabil di pasaran,” pungkas Budiwan Susanto.
Langkah konsisten Bulog ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, petani, dan aparat daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan kestabilan ekonomi Ponorogo Raya menjelang musim paceklik tahun depan.(*)














