Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 24 Nov 2025 14:46 WIB

Bupati Mas Ipin: Peran Pemerintah Desa Signifikan, Angka Perkawinan Anak di Trenggalek Turun Drastis


					Bupati Mas Ipin: Peran Pemerintah Desa Signifikan, Angka Perkawinan Anak di Trenggalek Turun Drastis Perbesar

 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin dalam rapat monitoring dan evaluasi pencegahan dan penanggulangan perkawinan anak bersama Pemprov Jatim, menegaskan penurunan perkawinan anak tidak lepas dari peran pemerintah desa.

Peran desa menurut Mas Ipin sangat signifikan, karena desalah yang memfasilitasi  proses pernikahan itu sendiri. Untuk itu dalam rapat monitoring dan evaluasi ini Bupati yang dipercaya menjadi Wakil Ketua APKASI itu juga mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jatim untuk mendorong gerakan desa 0 perkawinan anak, ditengah penurunan anggaran fiskal daerah.

“Alhamdulillah di Trenggalek progresnya cukup baik penurunannya sejak kita Launching di 2021 lalu. Kemudian kita ukur di tahun 2022, seperti yang tadi kami paparkan di kecamatan-kecamatan. Seperti Panggul yang awalnya hampir 5% sekarang nol koma. Kemudian di Munjungan yang dulunya 6% sekarang menjadi satu koma. Di Kampak 5% menjadi nol koma,” kata Mas Ipin, di Aula Dinas Pendidikan, Senin (24/11).

BACA JUGA  Menteri Nusron: Kepastian dan Transparansi Waktu Jadi Kunci Pelayanan Pertanahan

Jadi hampir penurunannya drastis, angka kasusnya tiap tahun menurun hampir 60% -70%. Dari kasus hampir 90, tinggal 30 sekian, imbuhnya menambahkan. “Faktor penurunannya karena kita melibatkan desa, karena sekali lagi tanda tangan kepala desa itu penting. Formulir N1 itukan keluar dan terdaftar di Pengadilan Agama, sehingga ketika desa itu peduli menjadikan ini efektif,” lanjut kepala daerah muda itu.

Kemudian Kabupaten kita itu bukan kabupaten 0 perkawinan anak, tapi desa 0 perkawinan anak. Desalah yang tahu mana  yang mau punya hajat, ini rumahnya dimana, ini kondisinya seperti apa. merekalah yang memfasilitasi pertama kali dan Alhamdulillah satu hal yang saya sampaikan kepada masyarakat bahwa pernikahan sah dan legal itu baik, akan tetapi lebih baik dipersiapkan agar kemudian kalau kita yang beragama Islam syaratnya tidak hanya Baligh tapi juga Aqil atau berakal.

BACA JUGA  Dukung Swasembada Pangan, Polres Wonogiri Panen Raya Padi di Selogiri

Makanya pernikahan ini perlu dipersiapkan agar kedepannya pendidikan calon pengantin juga baik. Dengan begitu harapannya semua indikator, mulai dari kemiskinan yang disebabkan oleh ketidakmampuan ekonomi karena kedua-duanya belum mampu berdikari secara ekonomi. Kemudian juga dari sisi kesehatan angka stunting yang tinggi, itu Kemudian semuanya bisa ditekan.

Untuk hambatan yang paling terasa itu adalah married by accident. Jadi pergaulan, karena saya juga yakin semua orang tua punya struggle nya masing-masing. Bekerja mungkin sampai keluar pulau, keluar negeri, sehingga kemudian pengawasan terhadap anak kurang.

Kami berharap pengawasan ini juga dilakukan oleh seluruh masyarakat sehingga menghindarkan generasi muda yang ada di Kabupaten Trenggalek ini terlibat dengan pergaulan yang bakal dalam tanda kutip merugikan mereka sendiri.

BACA JUGA  Peringatan May Day di Jateng Tertib dan Kondusif, Polda Jateng Beri Apresiasi dan Sebut Cermin Kedewasaan Demokrasi

Untuk lebih menekan angka perkawinan anak, tadi kami sempat usulkan ke Provinsi. Di tengah fiskal yang turun yang bisa kita lakukan adalah bisa mendorong program, tapi mendorong gerakan. Makanya Gerakan Desa dengan 0 perkawinan anak ini harus di perbesar.

“Nanti apresiasinya apa? Mungkin kita bisa memberikan hadiah fiskal kepada desa. Daripada kita menggerakkan kader, kita mungkin menggaji banyakan orang, belum tentu kita punya anggaran. Akan tetapi dengan kita menggerakkan tokoh-tokoh yang ada ini juga bisa menjadi solusi nantinya,” tutup Mas Ipin.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

2 Juni 2026 - 18:07 WIB

Tangani Informasi Palsu dan Hoaks, Diskomdigi Jateng Perkuat Kolaborasi Wujudkan “Padhang”

2 Juni 2026 - 14:28 WIB

Diskominfo Trenggalek Dukung Penguatan Informasi Keimigrasian 

2 Juni 2026 - 13:13 WIB

Polres Wonogiri Perkuat Sinergitas Penyidik Polri dan PPNS Dalam Rakor Korwas 2026

2 Juni 2026 - 06:37 WIB

Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur Saat Perayaan Waisak

1 Juni 2026 - 21:24 WIB

Polres Wonogiri Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Terhadap Nilai-nilai Kebangsaan

1 Juni 2026 - 17:59 WIB

Trending di Berita Terkini