Para peternak ayam petelur saat demo simpatik dengan membagikan 5.000 butir gratis di Nol Kilometer Tulungagung. (Foto: ist)
PanselaNews.com [TULUNGAGUNG] – Anjloknya harga telur membuat peternak rakyat di Tulungagung kian tertekan. Mereka pun menggelar aksi simpatik dengan membagikan ribuan telur gratis kepada masyarakat di kawasan Taman Nol Kilometer Tulungagung, Sabtu (16/5).
Aksi itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan peternak terhadap kondisi harga telur yang terus merosot dalam beberapa waktu terakhir. Para peternak menilai masuknya investor asing dalam bisnis pengadaan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut memengaruhi stabilitas harga di tingkat peternak rakyat.
Koordinator aksi sekaligus anggota Asosiasi Peternak Rakyat, Abdul Kholik mengatakan, harga telur di tingkat kandang saat ini hanya berkisar Rp 21 ribu per kilogram. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) mencapai Rp 23 ribu per kilogram.
“Kami menggelar aksi keprihatinan agar Kadin tidak menggandeng investor asing, khususnya dari China, dalam pengadaan telur untuk program MBG di Pulau Jawa,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi paling berat dirasakan peternak kecil di wilayah pinggiran. Sebab, biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual telur di pasaran.
“Peternak rakyat sekarang minus banget. Dampaknya sangat terasa,” keluhnya.
Kholik menambahkan, saat ini produksi telur nasional mengalami kelebihan pasokan atau over supply. Kondisi itu membuat harga telur semakin jatuh karena kebutuhan pasar dinilai sudah tercukupi.
Dalam aksi tersebut, peternak membagikan sekitar 5.000 butir telur kepada masyarakat yang melintas di kawasan pusat kota. Warga tampak antusias menerima telur gratis yang telah dikemas dalam paket kecil. (*)










