Swasembada Gula Dimulai dari 10 Pemuda di Jawa Timur
PanselaNews.com, Malang – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan 50 hektare lahan tebu untuk mendukung swasembada gula. Program ini diumumkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Jatim Retret 2025 di Pusdikarhanud, Kota Batu, Malang, pada Sabtu (26/4/2025). Lahan tersebut akan dikelola oleh 10 petani milenial yang terpilih.
Khofifah menjelaskan, setiap petani milenial akan mendapat 5 hektare lahan tebu setelah melewati proses seleksi ketat. “Kami ingin generasi muda menjadi motor penggerak swasembada gula, sekaligus meregenerasi petani,” ujarnya. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan produksi gula lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Program ini juga mencakup pelatihan intensif, teknologi pertanian modern, dan pendampingan untuk memastikan keberhasilan petani milenial. Khofifah menegaskan bahwa kerja sama dengan BGN menjamin kualitas lahan dan fasilitas pendukung, seperti irigasi, untuk hasil panen yang optimal.
Dalam Jatim Retret 2025, Khofifah memberikan arahan kepada kepala daerah, badan, dan biro untuk mendukung penuh program ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antarinstansi demi ketahanan pangan nasional. Acara ini juga menjadi ajang evaluasi dan perencanaan strategi pembangunan Jatim ke depan.
Masyarakat Jatim menyambut antusias program ini, melihatnya sebagai langkah inovatif untuk memberdayakan anak muda dan memperkuat sektor pertanian. Pemprov Jatim berharap inisiatif ini menjadi percontohan nasional, menginspirasi daerah lain untuk melibatkan generasi milenial dalam pertanian gula. (dari berbagai sumber)
Editor Tri Wahyudi















