suasana di Hotel Adisurya Kediri yang diduga jadi lokasi TKP pembunuhan Mutilasi yang jasadnya dibuang di Ngawi Jawa Timur. (ANTARA)
PanselaNews.com,Kediri –
Kepolisian Polda Jawa Timur telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) tempat korban Uswatun Khasanah (29) diperkirakan dieksekusi, yang ternyata berada di salah satu hotel di Kediri.
Dalam olah TKP yang berlangsung pada Minggu (16/1/2025). Polda Jatim menerjunkan tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) dan tim Labfor (Laboratorium Forensik)
Dari pantauan, anggota Polda Jatim serta Polres Kediri Kota di lokasi hotel Adisurya, Kediri, yang diduga menjadi lokasi korban mutilasi UK menginap.
Kamar hotel yang diberi garis polisi berada di bagian utara nomor 301. Namun, ketika wartawan hendak mendekat tidak diizinkan petugas.
Sementara itu, hingga Minggu (26/1) sore petugas juga masih di lokasi penginapan. Polisi juga mendatangkan tersangka.
Kasus itu berawal dari temuan mayat wanita dalam koper merah tanpa kepala pada Kamis (23/1) di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.
Jasad wanita tersebut tidak utuh saat ditemukan. Tubuhnya ditaruh di dalam koper dalam koper tertutup berwarna merah dan terbungkus seperti paket.
Warga yang penasaran dengan koper tersebut lalu membukanya dan terlihat ada tubuh manusia setengah telanjang yang mulai membusuk. Kasus itu dilaporkan ke polisi.
Saat ditemukan, jasad tersebut dalam keadaan tidak lengkap. Tubuh korban ditaruh di koper tanpa kepala. Kemudian kaki kiri mulai pangkal paha tidak ada dan kaki kanan mulai lutut tidak ada.
Polisi juga melakukan autopsi pada tubuh korban. Hasil autopsi menyebutkan bahwa penyebab kematian korban diduga karena kekurangan nafas akibat terhambat jalan pernafasan, kemungkinan akibat cekikan.
Selain kekurangan nafas, korban diduga juga mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.
Polisi juga berhasil menangkap tersangka, pelaku mutilasi pada Sabtu (25/1) malam sekitar jam 24.00 WIB.
Polisi juga berhasil menemukan anggota tubuh korban lainnya yang sempat hilang, yakni bagian kepala di tepi jembatan Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, sekitar pukul 08.00 WIB.
Kemudian untuk potongan tubuh lainnya berupa kaki ditemukan di Desa Sampung, Kabupaten Ponorogo, dibungkus plastik. (*)
Sumber:ANTARA
Editor: Sarno Kenes









