Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 9 Mei 2026 07:51 WIB

Tradisi Nyadran Dam Bagong, Mas Ipin Berharap Petani Yang Dialiri Dam Bagong Dapat Keberkahan


					Tradisi Nyadran Dam Bagong, Mas Ipin Berharap Petani Yang Dialiri Dam Bagong Dapat Keberkahan Perbesar

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin) menghadiri tradisi Nyadran Dam Bagong, Jumat (8/5/2026). 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin ikuti rangkaian tradisi Nyadran Dam Bagong, Jum’at, 8 Mei 2026.

Dalam acara rutin tahunan yang dianggap sakral ini, kepala daerah muda itu menitipkan doa untuk para petani utamanya yang dialiri Dam Bagong mendapatkan keberkahan, rejeki yang lumintu.

Bahkan dalam kegiatan ini kepala daerah yang erat disapa Gus Ipin itu menyiapkan uang Rp25 ribu untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang hadir dalam kegiatan Nyadran Dam Bagong ini. Bukan besar kecil nominal uang yang dibagikan, tapi dalam shodaqohan ini Mas Ipin menitipkan doa untuk warga masyarakat Trenggalek.

BACA JUGA  Warga Purwantoro Wonogiri Ditemukan Meninggal Tersengat Listrik di Kebun

Terkait dengan shodakoh itu, Bupati Trenggalek itu menjelaskan, “saya hanya sanepan saja. Semoga dapat selawe ewu (selawase wilujeng pinaringan wahyu). Ditulung dumateng Alllah SWT. Intinya hari ini sodaqohnya selawe ewu (Rp. 25.000) itu saja,” katanya usai menjalani tradisi melempar kepala Kerbau yang disembelih ke  Dam Bagong untuk diperebutkan oleh warga.

BACA JUGA  Hari Terakhir Ops Lilin, Kapolres Wonogiri Pimpin Apel Siaga Bagi Anggotanya

Sementara untuk prosesi nyadran sendiri, suami Novita Hardini itu menambahkaan, “hari ini alhamdulillah pinaringan lancar. Semoga rejekinya para petani yang pengairannya teraliri dari Dam Bagong ini bisa terus diberikan kelancaran oleh Allah SWT. Semoga rejekinya lumintu, airnya ada terus dan pertaniannya bagus terus,” jelasnya.

Nyadran Dam Bagong sendiri diawali dengan kirab Mahesa (Kerbau) yang akan disembelih ke Pendopo Trenggalek. Ditempat ini ada upacara adat penyerahan perangkat kelengkapan penyembelihan. Kemudian Kerbau dibawa ke Pendopo Makam Setono Bagong untuk kemudian di Jamas.

BACA JUGA  Hasan Nasbi Mundur dari Kepala PCO Usai Blunder Teror Kepala Babi Tempo

Malam penyembelihan panitia menggelar pagelaran wayang kulit dan paginya prosesi adat dilakukan. Paling ditunggu-tunggu oleh masyarakat dalam kegiatan Nyadran ini adalah perebutan kepala, kulit dan kaki Kerbau yang dilempar ke dalam Dam Bagong.

Untuk mendapatkannya warga perlu usaha lebih untuk mengejar, bahkan harus menyelam kedalam sungai, berebut dengan warga lainnya.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Wonogiri Ikutkan 102 KDMP di 20 Kecamatan

16 Mei 2026 - 19:03 WIB

Truk Serempet Motor di Pracimantoro Wonogiri, Pemotor Terluka

15 Mei 2026 - 21:18 WIB

Puluhan Ribu Umat Buddha Bakal Rayakan Waisak di Candi Borobudur, Momentum Dongkrak Ekonomi Kawasan

15 Mei 2026 - 20:14 WIB

Warga Banjarnegara Ini Olah Singkong Jadi Mocaf, Angkat Derajat Petani Lokal

15 Mei 2026 - 15:28 WIB

Sebanyak 898 Pelajar SMK Tulungagung Siap Magang ke Luar Negeri

15 Mei 2026 - 10:11 WIB

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Nonaktif Tulungagung, Skandal Dugaan Pemerasan OPD Semakin Terbuka

15 Mei 2026 - 08:43 WIB

Trending di Berita Terkini