Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Ponorogo · 23 Sep 2025 10:45 WIB

Viral! Kopi Sedayu Ponorogo Manis Gula Aren, Jadi Primadona Pecinta Kopi Nusantara


					Suliono, penggagas Kopi Sedayu, menunjukkan buah kopi merah matang sempurna hasil panen Desa Talun. (Sumber: ponorogo.go,id) Perbesar

Suliono, penggagas Kopi Sedayu, menunjukkan buah kopi merah matang sempurna hasil panen Desa Talun. (Sumber: ponorogo.go,id)

Kopi Sedayu hasil budidaya petani Desa Talun Ponorogo hadir dengan cita rasa khas gula aren dan siap bersaing di pasar internasional.

Beritawonogiri.com [PONOROGO] – Kopi dari Dusun Sedayu, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, kini semakin populer berkat cita rasa khas yang berbeda dari kopi lainnya. Kopi ini dikenal sebagai Kopi Sedayu, hasil inovasi para petani yang menanam kopi berdampingan dengan pohon aren, penghasil gula alami.

Sejak 2018, Suliono, seorang petani sekaligus penyuluh swadaya, menggagas budidaya kopi premium ini. Ia membiasakan petani memetik buah kopi saat benar-benar matang dengan warna merah cerah. “Agar menjadi single origin yang termasuk kopi premium,” jelas Suliono, Selasa (23/9/2025).

BACA JUGA  Cegah Gangguan Belajar, SDMT Ponorogo Putuskan Kelola Makan Siang Internal

Menurutnya, kopi robusta Sedayu cenderung memiliki cita rasa manis, sedangkan arabikanya tidak terlalu asam atau pahit, dengan nuansa rasa leci dan gula aren. “Karena pohon kopi ditanam di bawah pohon aren,” terangnya.

Saat ini, tercatat ada 45 petani kopi di Dusun Sedayu dengan lahan mencapai 27 hektare, di mana 60 persen di antaranya merupakan lahan produktif milik Perhutani. Bersama kelompok tani, Suliono mendorong pengolahan kopi yang lebih modern agar masuk kategori kopi speciality.

BACA JUGA  Masih Pegang Girik di 2026? Kementerian ATR/BPN Imbau Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Selain berkontribusi bagi perekonomian, budidaya kopi dan aren juga mendukung konservasi lingkungan karena mampu mengikat cadangan air tanah. Atas dedikasinya, Suliono meraih penghargaan sebagai Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat dari Gubernur Jawa Timur pada Juli 2025. “Kami sering diundang ikut pameran di Surabaya, Jakarta, Jogja, dan Bandung. Ini sekaligus promosi Kopi Sedayu,” ujarnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah mengubah pola pikir sebagian petani senior agar memetik buah kopi merah sempurna. Harga jual kopi merah mencapai Rp14.000–16.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dari kopi campuran yang hanya Rp8.000–10.000. Meski begitu, kelompok Suliono tetap menampung semua hasil panen. “Ibu-ibu di Sedayu setiap hari membantu sortir basah, sementara kami mampu roasting dua kuintal per bulan,” ungkapnya.

BACA JUGA  Kementerian ATR/BPN Terima Penghargaan Diseminasi Strategi Komunikasi yang Paling Masif dari INDOPOSCO

Kini, Kopi Sedayu dipasarkan melalui toko daring dan mulai dikenal luas. Suliono optimistis, kopi khas Ponorogo ini bisa bersaing dengan kopi Nusantara lain di pasar domestik maupun internasional. “Agar semakin banyak orang mengenal cita rasa khas Kopi Sedayu sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pasar Malam Ramadhan – Lebaran 2026 di Alun-Alun Prioritaskan Pedagang Lokal Ponorogo

8 Maret 2026 - 10:35 WIB

Polres Ponorogo Amankan Pasutri Baru Dua Hari Menikah, Tersangka Curanmor

1 Maret 2026 - 11:22 WIB

Megengan Fest Ponorogo, Hadirkan Beragam Hiburan dan Pentas Seni mulai 13-22 Februari 2026

19 Februari 2026 - 11:56 WIB

Ponorogo Jadi Tuan Rumah Kejurprov Jatim Pentathlon 2026

14 Februari 2026 - 23:33 WIB

Kiprah SMPN 2 Kauman Ponorogo Identik sebagai Sekolah Seni

10 Februari 2026 - 09:23 WIB

Judi Sabung Ayam di Ponorogo Seakan Tak Tersentuh Hukum, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas! 

3 Februari 2026 - 08:41 WIB

Trending di Berita Terkini