Pencopotan mendadak Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, memicu tanda tanya besar dan tangis haru guru serta murid.
Panselanews.com [PRABUMULIH] – Dunia pendidikan Kota Prabumulih digemparkan dengan kabar pencopotan mendadak Roni Ardiansyah SPd MSi dari jabatannya sebagai Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, Senin (15/9/2025). Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Roni dikenal sebagai sosok kepala sekolah nyentrik dengan segudang prestasi.
Roni Ardiansyah selama ini dianggap berhasil membawa nama baik sekolah dan Kota Prabumulih ke tingkat lebih tinggi. Di bawah kepemimpinannya, SMP Negeri 1 kerap meraih prestasi akademik maupun non-akademik. Tak heran, pencopotan tersebut langsung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
Isu pun bermunculan di media sosial. Sejumlah netizen menduga pencopotan Roni terkait peristiwa ketika ia menegur anak seorang pejabat daerah yang memarkirkan mobil di lapangan sekolah. Teguran itu disebut menimbulkan ketidaknyamanan, hingga akhirnya berujung pada pencopotannya. “Kalau benar begitu, ini bukti integritas beliau yang tak pandang bulu,” tulis salah satu komentar netizen di platform X.
Sebuah video berdurasi 40 detik dari akun X @neVerAl0nely__ memperlihatkan suasana haru ketika Roni berpamitan kepada para guru dan murid. Tangis pecah saat beliau menyampaikan salam perpisahan. Video tersebut langsung viral, disaksikan ribuan warganet dan memicu gelombang simpati.
“Tangis haru murid SMP Negeri 1 setelah mengetahui kepala sekolahnya diganti,” tulis sejumlah akun media sosial yang membagikan ulang video tersebut. Momen ini menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan.
Kabid Humas Dinas Pendidikan Kota Prabumulih hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pencopotan mendadak tersebut. Sementara itu, pihak sekolah hanya menyebutkan bahwa jabatan Kepala SMP Negeri 1 telah digantikan sesuai prosedur.
Meski begitu, banyak masyarakat berharap agar keputusan ini dapat dijelaskan secara transparan demi menjaga kepercayaan publik. “Kami sangat kehilangan sosok beliau. Harapannya, dunia pendidikan tetap menempatkan orang-orang berintegritas untuk memimpin,” ujar salah satu wali murid saat ditemui awak media.(*)
Editor: Tri Wahyudi














