Wahyu Eko Widodo Bagikan Kurma Gratis dari Kebun Pulung
Selain terkenal dengan Reog, Ponorogo kini dikenal berkat Wahyu Eko Widodo, pemuda kreatif dari Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, yang dijuluki Bocah Mbelieng di akun Facebook-nya. Ia sukses membudidayakan pohon kurma sejak 1996, dengan bibit asli dari Arab Saudi yang dibawa ibunya, mantan TKW. Pohon ini mulai berbuah pada 2012, dan kini kurma mudanya jadi buruan, terutama oleh pasangan yang ingin punya anak.
Kurma muda dari kebun Wahyu diyakini membantu menyuburkan kandungan, terbukti dari banyaknya pengunjung yang datang setiap musim panen. “Banyak yang bilang kurma muda ini membawa berkah, terutama buat program hamil,” ujar Wahyu, Sabtu (15/3/2025). Yang lebih istimewa, ia tak hanya menjual, tapi juga membagikan kurma muda secara gratis. Pada 2021, ia membuka donasi dan menerima 1.500 pendaftar. Tradisi bagi-bagi kurma gratis ini masih berlanjut hingga kini, menarik pasangan dari berbagai daerah ke Ponorogo.
Baca juga: Tadarus Budaya 2025: Reog dan Gamelan Kuno Meriahkan Alun-Alun Ponorogo
Kebun kurma Wahyu di Pulung kini jadi destinasi unik di tanah Jawa. Dari bibit Tanah Arab, pohon ini tumbuh subur dan jadi simbol keberkahan. Kisah Bocah Mbelieng pun menginspirasi banyak orang, tak hanya sebagai petani kreatif, tapi juga karena kebaikan hatinya. “Nggak perlu ke Timur Tengah, datang saja ke Pomahan,” tuturnya, mengundang siapa saja yang penasaran dengan kurma khas tanah Reog ini.(*)














