Bupati Mochamad Nur Arifin tegaskan sikap menolak perundingan soal tambang emas, unggah ajakan ngopi lewat WA yang diterimanya ke Instagram.
Panselanews.com [TRENGGALEK] – Polemik rencana tambang emas di Trenggalek kembali memanas. Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menolak ajakan bertemu yang diterimanya lewat WhatsApp setelah dirinya menegur keras Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait kunjungan ke Desa Ngepeh, Kecamatan Tugu, Kamis (18/9/2025).
Ajakan yang disebut sebagai undangan “ngopi bareng” itu bahkan diunggah langsung oleh Bupati lewat akun Instagram pribadinya, @avinml, pada Jumat (19/9/2025). Dalam unggahannya, Nur Arifin menuliskan kalimat singkat penuh makna: “Aku mung sakdermo babu.”
Menurut Nur Arifin, pemerintah daerah sejak 2019 telah menyampaikan Statement of Objection baik secara lisan maupun tertulis. Keberatan itu disampaikan karena rencana tambang emas seluas 12.000 hektare oleh PT. SMN meliputi 9 dari 14 kecamatan di Trenggalek, dan dinilai menghambat pemutakhiran tata ruang wilayah yang berorientasi pada ekonomi regeneratif.
“Korban dari kondisi ini adalah kepastian tata ruang wilayah Trenggalek yang harusnya bisa mendukung ekonomi regeneratif, tapi tertahan karena diminta mengakomodir IUP OP (Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi),” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa meskipun kewenangan pertambangan bukan milik pemerintah kabupaten sesuai UU, dirinya tetap memiliki tanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban wilayah. “Jika suara yang kami sampaikan melalui mekanisme AUPB (Asas Umum Pemerintahan yang Baik) tidak dimaknai sebagai semangat mikul dhuwur mendhem jero, maka mohon maaf saya tidak bisa berunding,” jelas Nur Arifin.
Pernyataan tegas ini sontak menjadi sorotan publik. Banyak warganet mendukung sikap Bupati yang berani menolak kompromi atas tambang emas yang dinilai berpotensi merusak lingkungan Trenggalek.
Sejumlah pemerhati lingkungan pun mengapresiasi langkah Nur Arifin. Menurut mereka, sikap tegas kepala daerah sangat penting untuk memastikan aspirasi rakyat dan prinsip keberlanjutan tetap terjaga.
Dengan unggahan yang viral di media sosial, Bupati Trenggalek sekaligus menegaskan bahwa perlawanan terhadap tambang emas bukan semata soal politik, melainkan soal keberpihakan pada keselamatan ruang hidup masyarakat.(*)














