Akbar Faisal Tuntut Keadilan untuk Polisi yang Bertugas
PanselaNews.com, Jakarta – Tragedi menimpa tiga anggota Polres Way Kanan, Lampung, yang tewas ditembak saat menggerebek lokasi judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, pada Senin, 17 Maret 2025. Ketiga korban, yakni Kapolsek Negara Batin Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus, dan Bripda Ghalib, dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak di kepala. Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.50 WIB, saat tim kepolisian berupaya membubarkan aktivitas perjudian ilegal tersebut. Hingga kini, jenazah para korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk autopsi.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap atau pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Namun, polisi tengah intensif menyelidiki kasus ini untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tragis ini. Beredar spekulasi di kalangan masyarakat bahwa penembak memiliki latar belakang terlatih, namun hal ini masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian. Peristiwa ini memicu gelombang duka dan kemarahan di tengah publik, termasuk dari tokoh masyarakat seperti Akbar Faisal.
Melalui akun X @akbarfaizal68, Akbar Faisal menyampaikan duka mendalam dan menyerukan keadilan atas gugurnya tiga polisi tersebut. Dalam unggahannya, ia menulis, “Yth Pak Kapolri @ListyoSigitP saya pastikan seluruh rakyat Indonesia berduka. Ketiga polisi ini sedang bertugas atas nama negara. KAMI menuntut perlindungan negara kepada seluruh aparat yang menjalankan tugas dgn benar spt ini. Tangkap dan proses hukum kpd para pelaku —siapapun dia, apapun pangkatnya & siapapun backingnya— seberat beratnya.” Ia juga menyebut kejadian ini sebagai “kejahatan total terhadap negara” sambil menandai sejumlah pihak, termasuk @prabowo, @DPR_RI, @KomnasHAM, dan @tni_ad.
Baca juga: Bulan Ramadhan Bukannya Tobat Malah Asyik Judi, 2 Orang di Wonogiri Ditangkap Polisi
Unggahan Akbar Faisal tersebut mencerminkan sentimen publik yang menuntut tindakan tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Masyarakat berharap kasus ini tidak hanya terungkap secara transparan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan perlindungan bagi polisi yang menjalankan tugas di lapangan. Tagar #savepolisibaik dan #tangkapaparatjahat yang disertakan dalam unggahan menjadi simbol solidaritas dan desakan agar keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan segera memberikan kejelasan atas insiden yang merenggut nyawa tiga polisi tersebut.(*)









