PanselaNews.com,Purwokerto–Pujangga Candrawijayaning Fajri, S.H.,M.H., pakar hukum tata negara dari UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, mengungkap dua faktor utama yang mendorong kemenangan pasangan calon (paslon) Luthfi-Yasin dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Tengah. Pertama, adalah endorsement dari tokoh nasional, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Kedua, kedekatan Gus Yasin dengan dunia pesantren yang berperan signifikan dalam mobilisasi suara.
Menurut Fajri, kehadiran Gus Yasin yang bukan sosok baru di dunia politik, setelah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018-2023, memberikan keunggulan tersendiri. “Gus Yasin lahir dari masyarakat pesantren, jadi sudah pasti dukungan dari para Kyai dan santri akan total. Terlebih lagi, Gus Yasin adalah Putra Mbah Maimoen Zubaer, seorang Kyai kharismatik yang sangat dihormati,” ujarnya dalam wawancara pada 29 November 2024.
Baca juga : Respons Tim Pemenangan Luthfi-Yasin Terhadap Isu Pengerahan Aparat Negara dalam Pilgub Jateng
Lanjutnya, endorsement dari Prabowo dan Jokowi juga memiliki pengaruh besar terhadap pemilih, meskipun ada pro dan kontra di kalangan masyarakat tentang keterlibatan mereka dalam pilkada. “Namun, yang paling penting dari pilkada serentak ini adalah evaluasi dari sisi Hukum Tata Negara. Kita perlu memastikan bahwa proses pemilihan telah dijalankan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang ada,” tutup Fajri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan bahwa jumlah pesantren di Jawa Tengah mencapai 3.700 dengan sekitar 7.000 Kyai/Ustad yang mendukung Gus Yasin. Selama kampanye, Gus Yasin berhasil menggarap pasar pemilih dari kalangan pesantren, menghasilkan kemenangan signifikan di banyak tempat pemungutan suara (TPS), bahkan ada yang mencapai 100 persen dukungan untuk pasangan Luthfi-Yasin.(*) triwahyudi














