Pelantikan DPD KNPI Ponorogo 2025-2028 Jadi Momentum Kebangkitan Pemuda
Bupati Sugiri Sancoko tak bisa menyembunyikan senyum simpul saat menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Ponorogo periode 2025-2028 di Pendopo Agung, Kamis (13/03/2025) malam. Dalam sambutannya, Kang Giri, sapaan akrabnya, mengungkapkan makna mendalam di balik kebangkitan organisasi pemuda yang sempat “tertidur panjang” selama lima tahun ini.
“Bangsa ini sebenarnya sedang memanggil kalian untuk turun gunung menyelamatkan masa depan generasi muda,” ujar Kang Giri di hadapan pengurus baru KNPI. Pelantikan ini menandai akhir dari proses panjang setelah Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) digelar pada Juni 2024, diikuti pelantikan resmi oleh DPD KNPI Jawa Timur delapan bulan kemudian. Alfanda Qoid Khusnul Saifudin dari Pemuda Muhammadiyah terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Ponorogo untuk memimpin periode ini.
Kang Giri menegaskan bahwa KNPI harus menjadi laboratorium kader bangsa yang independen dan berwawasan kebangsaan. Ia berharap organisasi yang berdiri sejak 23 Juli 1973 ini mampu mencetuskan program konkret yang menyentuh masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi, hingga meningkatkan kesejahteraan. “Saya harap KNPI bukan sekadar gerombolan pemuda tanpa arah, tapi punya dampak nyata,” tegas bupati dua periode tersebut.
Sementara itu, Alfanda Qoid Khusnul Saifudin menyatakan kesiapannya menjadikan KNPI sebagai wadah perjuangan pemuda dalam aspek kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan. Ia telah merancang program yang berfokus pada ekonomi kreatif, pendidikan, kesehatan, serta advokasi kepentingan anak muda. “Dalam waktu dekat, kami akan gelar Colorful Ramadan selama sembilan hari di kawasan HOS Tjokroaminoto sebagai bukti kepedulian terhadap kebudayaan,” ungkap Alfanda.
Baca juga: Polres Ponorogo Tangkap 8 Pelaku Balon Udara Berpetasan
Di kesempatan lain saat membuka Musdalub KNPI pertengahan 2024, Kang Giri sempat menyinggung tantangan besar generasi muda di era artificial intelligence (AI). Ia menyebut kecerdasan buatan berpotensi menggantikan peran manusia dan menggerus lapangan kerja. Oleh karena itu, ia mendorong KNPI yang beranggotakan 13 organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) di Ponorogo untuk bersinergi dengan pemerintah daerah guna menghadapi problematika ketenagakerjaan tersebut.
Sumber: ponorogo.go.id














