Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Nasional · 3 Feb 2026 09:50 WIB

Pengelolaan Sampah Jadi Isu Utama Pariwisata Bahari Indonesia Berkelanjutan


					Wedoo menghadirkan mesin pengelolaan sampah inovatif yang mampu mereduksi volume hingga 95 persen. (Foto : kemenpar.go.id) Perbesar

Wedoo menghadirkan mesin pengelolaan sampah inovatif yang mampu mereduksi volume hingga 95 persen. (Foto : kemenpar.go.id)

PanselaNews.com [BALI] – Di balik gemuruh ombak dan kemolekan pasir putih yang memikat dunia, Indonesia menapaki babak baru dalam pengelolaan pariwisata. Sebuah gerakan bersama kini tumbuh untuk memastikan napas alam kepulauan tetap panjang.

Para penggerak lingkungan, pelaku industri, dan pemangku kebijakan menempatkan isu pengelolaan sampah sebagai titik krusial dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata. Perubahan dimulai dari level individu dalam menangani sampah. Agar keindahan alam tetap menjadi hasil dari upaya perjuangan bersama.

Aktivis lingkungan sekaligus Founder Ecotourism Bali, Suzy Hutomo, menegaskan bahwa sampah bukanlah urusan ‘orang lain’. Melainkan tanggung jawab pribadi yang melekat pada tiap individu.

“Keindahan Bali yang luar biasa ini sebanding dengan usaha yang kita berikan. Kita harus mau repot dan berinvestasi untuk mengurus sampah,” ujar Suzy Hutomo dilansir dari rilis Kementrian Pariwisata pada Selasa (3/2/2026).

Bagi Suzy, operator wisata bahari tidak hanya melayani, tetapi juga membimbing wisatawan agar berperilaku selaras dengan kelestarian alam. Diperlukan peran langsung wisatawan untuk turut menjaga kebersihan lokasi wisata.

BACA JUGA  Kementerian ATR/BPN Pastikan Tata Ruang Menjadi Kunci Utama Dukung Program Prioritas Presiden 

“Membutuhkan kolaborasi dan struktur yang kuat untuk benar-benar mempertahankan keindahan alam Bali dan Indonesia,” imbuhnya.

Selaras dengan spirit tersebut, CEO Wedoo, Valerine Chandrakesuma, menyampaikan keberlanjutan lingkungan bahari merupakan persoalan kompleks. Harus dikerjakan secara bergotong royong.

Menurutnya, kesehatan laut adalah jantung dari ekonomi pariwisata. Jika terumbu karang rusak dan ikan bermigrasi karena air yang tercemar, pesona menyelam dan berselancar kita akan hilang.

“Koral dan laut Indonesia adalah salah satu yang terindah di dunia. Menjaganya bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk masa depan,” kata Valerine.

Melalui Wedoo, ia menghadirkan mesin pengelolaan sampah inovatif yang mampu mengurangi volume hingga 95 persen. Inovasi ini dirancang untuk mematahkan hambatan logistik yang selama ini dihadapi daerah terpencil. Sekaligus mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah.

BACA JUGA  Gelar Rakor Pelaksanaan ILASPP, Menteri Nusron Perbanyak Peta 1:5.000 untuk Percepat Penyusunan RDTR Daerah

“Dengan volume yang mengecil, sampah bukan lagi beban operasional yang mahal, melainkan aset bernilai ekonomi yang bisa diolah kembali,” paparnya.

Valerine berharap teknologi tersebut dapat membantu menjaga kebersihan dan keindahan wisata bahari Indonesia. Ia juga mendorong penguatan regulasi dan implementasi yang konsisten. Agar destinasi tetap lestari dalam jangka panjang.

“Harapannya semoga pemerintah memperketat dan menegakkan regulasi dengan baik, sehingga tempat yang indah ini tetap terjaga hingga ribuan tahun ke depan,” ujarnya.

 

Keterlibatan Masyarakat dalam Upaya Pelestarian Wisata Bahari

Upaya menjaga keberlanjutan bahari juga digalakkan masyarakat Desa Pemuteran, Bali. Keterlibatan masyarakat di bawah naungan Yayasan Karang Lestari dalam melindungi terumbu karang telah mendapatkan pengakuan internasional.

Manajer Yayasan Karang Lestari, Komang Astika, mengisahkan desa tersebut sebelumnya menghadapi kerusakan ekosistem karang. Melalui berbagai inisiatif, salah satuny penerapan metode biorock, masyarakat bersama-sama memulihkan kehidupan laut.

BACA JUGA  Berbagi di Bulan Ramadhan, Kementerian ATR/BPN Salurkan Bantuan untuk ASN Terdampak Bencana di Aceh

“Dengan mengamankan dan merestorasi terumbu karang, pariwisata Desa Pemuteran berkembang lebih baik dan semakin berkualitas,” kata Komang.

Perlahan terumbu karang pulih berkat keterlibatan warga dalam konservasi. Kesadaran kolektif tersebut mengubah tantangan ekologis menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Sinergi menuju destinasi kelas dunia ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengapresiasi peran seluruh pihak dalam menata ulang wisata bahari yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, Indonesia tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga komitmen nyata untuk menjaganya. Pemerintah terus memperkuat kebijakan yang mendorong keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan pariwisata.

“Komitmen menjaga alam membutuhkan kekuatan kolektif untuk membentuk pariwisata bahari yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, memastikan lautan kita terus menginspirasi kemakmuran dan kebanggaan bagi generasi mendatang,” ungkap Wamenpar Ni Luh Puspa.

Penulis

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sultra Jadi Pilot Project Transformasi Layanan Pertanahan Bersama KPK

8 Mei 2026 - 08:17 WIB

"Rapat koordinasi transformasi layanan pertanahan Sultra bersama KPK di Kantor Gubernur"

ATR/BPN dan ANRI Perkuat Pengelolaan Arsip Elektronik Pertanahan

7 Mei 2026 - 08:27 WIB

"Sekjen ATR/BPN Dalu Agung Darmawan berbicara dalam webinar kearsipan"

Skor 74,15! Transformasi Digital ATR BPN Dipuji ANRI, Raih Penghargaan Arsip

7 Mei 2026 - 08:07 WIB

Kepala ANRI Mego Pinandito serahkan piagam penghargaan arsip statis kepada Sekjen ATR BPN Dalu Agung Darmawan

Gebrakan Baru MUI & ATR/BPN: Bangun Benteng Pertahanan Bencana dari Cikeas

4 Mei 2026 - 21:09 WIB

Menteri ATR BPN Nusron Wahid memberikan sambutan di Raker LAK-PB MUI.

Gebrakan Menteri ATR/BPN: Restrukturisasi Distribusi Tanah Demi Keadilan Ekonomi

4 Mei 2026 - 20:50 WIB

Menteri ATR BPN Nusron Wahid berbicara di podium kuliah umum UNWAHAS.

Kapok Pakai Calo, Warga Tangerang Bongkar Mudahnya Urus Sertipikat Mandiri di BPN

4 Mei 2026 - 20:40 WIB

Warga sedang berkonsultasi di loket Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang.
Trending di Berita Terkini