Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Nasional · 2 Apr 2026 12:51 WIB

Wamen Ossy Dukung TSTH2 Del, Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis AI


					Wamen Ossy menegaskan komitmen ATR/BPN memberikan kepastian lahan untuk kawasan riset pertanian. (Foto: Normawan/ Kantah Wonogiri) Perbesar

Wamen Ossy menegaskan komitmen ATR/BPN memberikan kepastian lahan untuk kawasan riset pertanian. (Foto: Normawan/ Kantah Wonogiri)

PanselaNews.com [HUMBANG HASUNDUTAN] – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) Institut Teknologi Del di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Dukungan ini menjadi komitmen konkret pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan data.

“Kementerian ATR/BPN mendukung penuh ikhtiar dan niat baik dalam menunjukkan kemandirian pangan bagi masyarakat kita. Tentunya kepastian tata ruang dan kepastian atas tanah menjadi aspek utama yang akan diberikan oleh Kementerian ATR/BPN,” ujar Wamen Ossy dalam Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis AI di Kawasan Danau Toba, Rabu (1/4/2026).

TSTH2: Pusat Riset Terintegrasi untuk Pertanian Masa Depan

Kawasan TSTH2 dirancang sebagai pusat riset terintegrasi yang berfokus pada pengembangan bibit unggul sektor pertanian. Fasilitas ini juga menjadi lokasi budidaya tanaman herbal skala lokal hingga internasional, mendorong inovasi berbasis sains dan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

Data dan Riset Jadi Fondasi Kebijakan

Wamen Ossy menekankan bahwa pendekatan berbasis sains memberikan kemudahan dalam berbagai aspek pembangunan nasional. Ia mengapresiasi upaya semua pihak yang telah menghadirkan TSTH2 sebagai model pengembangan pertanian modern.

“Jika kita ingin mengambil keputusan, menetapkan kebijakan, ataupun menganalisis suatu permasalahan, hal tersebut harus didasarkan pada data, bukan semata pada asumsi atau prediksi,” tutur Wamen Ossy.

Luhut: Tanpa Riset, Ketahanan Pangan Hanya Wacana

Senada dengan itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan menegaskan pentingnya pendekatan berbasis riset dalam setiap upaya pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

“Menurut saya, apa pun yang mau kita kerjakan, itu dalam konteks ketahanan harus ada studi atau riset. Jadi dengan studi riset ini kita punya data. Data itulah yang nanti kita bisa menjalankan. Jadi tidak bisa asal mau kita saja,” tegas Luhut.

Ia menilai seluruh elemen pendukung TSTH2 telah tersedia. Langkah strategis berikutnya adalah memastikan implementasi berjalan terintegrasi dan kolaboratif antar-pemangku kepentingan.

Tinjauan Lapangan: Greenhouse Pembibitan Hortikultura

Usai rapat, Wamen Ossy bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dan perwakilan kementerian/lembaga meninjau greenhouse pembibitan TSTH2. Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan melalui teknologi terkontrol.

Di dalam greenhouse, tim menyaksikan berbagai pembibitan tanaman hortikultura dan herbal unggulan, seperti kentang, bawang, cabai, serta aneka tanaman obat yang dikembangkan dengan standar riset internasional.

Sinergi Lintas Sektor untuk Dampak Maksimal

Kehadiran Direktur Jenderal Penataan Agraria Embun Sari dan Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara Sri Pranoto menegaskan komitmen koordinasi pusat-daerah. Program ini akan diintegrasikan dengan kebijakan tata ruang dan pendaftaran tanah untuk memastikan kepastian hukum bagi pengembangan kawasan riset.

“Kolaborasi ini menjadi model percontohan yang dapat direplikasi di kawasan strategis lainnya. Kami mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk bergabung dalam gerakan nasional penguatan ketahanan pangan berbasis teknologi,” pungkas Wamen Ossy. (Nor)

BACA JUGA  ATR/BPN Minta Dukungan DPR untuk Transformasi STPN Ikatan Dinas
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sultra Jadi Pilot Project Transformasi Layanan Pertanahan Bersama KPK

8 Mei 2026 - 08:17 WIB

"Rapat koordinasi transformasi layanan pertanahan Sultra bersama KPK di Kantor Gubernur"

ATR/BPN dan ANRI Perkuat Pengelolaan Arsip Elektronik Pertanahan

7 Mei 2026 - 08:27 WIB

"Sekjen ATR/BPN Dalu Agung Darmawan berbicara dalam webinar kearsipan"

Skor 74,15! Transformasi Digital ATR BPN Dipuji ANRI, Raih Penghargaan Arsip

7 Mei 2026 - 08:07 WIB

Kepala ANRI Mego Pinandito serahkan piagam penghargaan arsip statis kepada Sekjen ATR BPN Dalu Agung Darmawan

Gebrakan Baru MUI & ATR/BPN: Bangun Benteng Pertahanan Bencana dari Cikeas

4 Mei 2026 - 21:09 WIB

Menteri ATR BPN Nusron Wahid memberikan sambutan di Raker LAK-PB MUI.

Gebrakan Menteri ATR/BPN: Restrukturisasi Distribusi Tanah Demi Keadilan Ekonomi

4 Mei 2026 - 20:50 WIB

Menteri ATR BPN Nusron Wahid berbicara di podium kuliah umum UNWAHAS.

Kapok Pakai Calo, Warga Tangerang Bongkar Mudahnya Urus Sertipikat Mandiri di BPN

4 Mei 2026 - 20:40 WIB

Warga sedang berkonsultasi di loket Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang.
Trending di Berita Terkini